CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Sunday, October 25, 2009

Kisah Seorang Pengembara

Alkisah, ada seorang pengembara sedang berjalan menuju kota yang akan dia singgahi.

Pada suatu hari, dia melewati sebuah perkampungan. Salah satu penduduk kampung bertanya kepada pengembara:
"Mau kemanakah wahai saudaraku?"
Pengembara:
"Saya akan menuju kota. Dapatkah anda memberitahuku ke arah mana saya harus berjalan?"
Penduduk kampung:
"Anda jalan terus saja ke depan, nanti anda akan menemukan pertigaan. Dipertigaan itu anda akan bertemu dengan 2 orang saudara kembar. Satu diantara mereka adalah orang yang jujur, dan yang satunya lagi adalah pembohong. Dan saya tidak bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang tidak. Silahkan anda bertanya kepada salah satu dari mereka mana jalan yang menuju kota. Dan kedua saudara kembar itu hanya mau menjawab satu kali pertanyaan saja."

Bagaimana cara pengembara untuk bisa sampai ke kota yang dia tuju?

Pertanyaan apa yang harus dia tanyakan kepada salah satu saudara kembar tadi agar dia bisa sampai pada kota yang dia tuju, padahal dia tidak tahu mana yang jujur dan mana yang tidak jujur, dan dia hanya mempunyai satu kali kesempatan bertanya?

Saturday, September 5, 2009

Na'udzubillah..

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."


Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Thursday, August 27, 2009

PEREMPUAN SEJATI

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari apa yang sering lisannya bicarakan.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertaruhkan kehormatannya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Saturday, July 11, 2009

Mari Belajar Ilmu Ikhlas

Waaa... udah lama gak posting blog...!. Minggu-minggu ini pikiranku buntu, gak punya ide, jadi bingung mau nulis apa di blog. Kegiatan setiap hari cuma baca buku dan belajar software lewat tutorial. Sekarang saya lagi baca buku Three Cups of Tea, kisah nyata tentang seorang pendaki gunung yang berusaha menaklukan gunung tertinggi ke dua didunia di pegunungan Himalaya. Di tengah usaha pendakiannya, dia tersesat dan hampir meninggal karena cuaca yang sangat ekstrim di daerah pegunungan itu. Sampai akhirnya dia di selamatkan oleh sekelompok orang di sebuah desa terpencil, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta. Di desa itu dia melihat semangat belajar yang luar biasa pada anak-anak yang tinggal di desa tersebut. Meskipun mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin di luar. Melihat keadaan itu dia berkata "Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini. Aku berjanji." Tapi posting saya kali ini tidak akan membahas tentang isi buku tersebut, karena saya sendiri belum selesai membacanya.
Kali ini saya akan membahas sedikit tentang ilmu ikhlas. Beberapa hari yang lalu saya menuliskan status di facebook "ternyata belajar ilmu ikhlas itu susah ya...". Ternyata banyak tanggapan yang menurut saya menarik, dan saya putuskan untuk menulisnya di blog. Ada yang menanggapinya dengan guyonan ("lebih susah lg belajar ilmu santet...wkwkwk"), ada yang setuju sama statusku itu, ada juga yang malah memberikan semangat, bahkan ada yang menuliskan hadist yang membahas tentang rasa ikhlas. Dan ada juga yang mengatakan "ikhlas dengan merelakan semua yang terjadi tanpa ada komentar dan... ikhlas sulit di artikan". Kalau menurutku komentar yang terakhir itu sebenarnya sudah menjawab arti ikhlas itu sendiri. Merelakan semua yang terjadi / merelakan sesuatu yang kita cintai tanpa ada komentar. Ikhlas adalah permainan hati, jadi agak susah untuk di deskripsikan secara jelas. Dan seorang sahabat dekat saya juga berkomentar lewat chatting, kalau ikhlas itu kadang harus dipaksain dulu. Saya pikir bener juga. Kadang kita lebih susah mempersiapkan diri untuk bisa ikhlas. Tetapi kalau sesuatu itu sudah terjadi, kita akan lebih mudah untuk bisa mengikhlaskan sesuatu tersebut.
Namun dari sekian banyak komentar, ada satu sahabat yang mencoba menanggapinya lewat chatting, yang menurut saya paling menarik. Bahkan terjadi perdebatan kecil tentang pembahasan ilmu ikhlas. Pertama dia mengatakan "iya po?". Artinya dia mulai meragukan apakah benar ilmu ikhlas itu susah. Ada dua kemungkinan di sini; 1. Dia orang yang selalu istiqomah, sehingga bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik dalam keadaan apapun. 2. Dia tidak mengerti maksud dari status saya tersebut. Saya menulis status itu dari pengalaman saya sendiri, dan juga terinspirasi dari film "Kiamat Sudah Dekat". Di film ini di ceritakan tentang seorang rocker yang mencintai putri seorang kiai. Dalam usaha mendekati putri kiai, si rocker akhirnya belajar agama lebih dalam bersama teman-temannya dan keluarganya. Bahkan yang tadinya tidak bisa sholat jadi bisa sholat, yang tadinya tidak bisa membaca Al-Qur'an jadi bisa membaca Al-Qur'an. Dan akhirnya si rocker ini memberanikan diri untuk menemui sang kiai dan menyatakan berniat untuk melamar putri sang kiai tersebut. Sang kiai hanya mengatakan, "kamu harus menguasai ilmu ikhlas". Dan di akhir cerita, akhirnya putri kiai tersebut di lamar oleh seorang lulusan universitas di Kairo Mesir. Dan si rocker tersebut sangat sedih mendengarnya. Tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia merasa bahwa putri seorang kiai memang pantas mendapatkan jodoh yang seperti itu (lulusan universitas di Kairo Mesir). Dan dia menyatakan langsung kepada kiai bahwa dia ikhlas melepaskan putri sang kiai untuk dinikahi oleh orang lain yang dia anggap lebih pantas dan lebih baik daripada dirinya. Secara tidak sadar si rocker tersebut telah menguasai ilmu ikhlas itu dengan baik. Dan sang kiai akhirnya memilih si rocker untuk menjadi menantunya. Saya pikir cerita ini sangat memberikan pembelajan kepada kita tentang hakikat ilmu ikhlas. Tidak semua orang bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik ketika di hadapkan pada peristiwa seperti contoh di atas.
Kembali ke sahabat tadi yang meragukan akan susahnya ilmu ikhlas. Kemudian sahabat saya tadi menanyakan, apakah yang di maksud ilmu ikhlas di status saya itu tentang sedekah? Saya jawab; bukan, sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas. Mendengar jawaban saya itu sahabat saya itu protes, dia mengatakan, ada tiga amalan yang tidak terputus, yaitu: doa anak yang sholeh, amal jariah (sedekah), dan ilmu yang bermanfaat. Dan jawaban saya tadi seolah-olah sangat meremehkan arti dari sedekah. Maksud dari jawaban saya tadi _"sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas"_ itu artinya bahwa banyak orang yang mudah merasa ikhlas untuk melakukan amalan ini, _terlepas dari seberapa banyak dan seberapa sering orang tersebut melakukan sedekah_. Ya meskipun saya yakin ada beberapa orang yang masih berat melakukan sedekah karena penyakit kikir yang sudah kronis, atau melakukan sedekah tetapi mengharapkan sesuatu. Saya mengatakan sedekah baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas karena saya melihat sedekah ini dari sudut pandang keikhlasan ketika melakukan amalan tersebut. Bukan meremehkan dari sudut pandang agama.
Yang saya maksud ilmu ikhlas pada status saya di facebook tersebut itu adalah seperti cerita di film kiamat sudah dekat yang saya ceritakan di atas, bukan sedekah. Dan saya tidak pernah meremehkan sedekah itu dari sudut pandang agama. Sedekah itu penting, karena sedekah termasuk amalan yang tidak terputus.

Friday, June 19, 2009

Cinta...???

Allah swt. menciptakan manusia itu berpasang-pasangan, dan untuk saling mencintai. Orang bilang cinta itu fitrah. Perasaan cinta itu anugerah yang di berikan Allah swt. kepada manusia. Namun seseorang pernah secara tidak langsung memberikan nasihat kalau rasa cinta ini juga bisa menjadi petaka bagi manusia, yaitu ketika rasa cinta terhadadap lawan jenis atau sesuatu hal, lebih besar dari pada cinta terhadap Allah swt. Lama aku berusaha memahami kalimat itu. Beberapa hari aku masih berfikir kalau cinta terhadap lawan jenis atau sesuatu hal itu berbeda dengan cinta terhadap Allah swt. Ternyata tidak, kita tidak bisa pungkiri, kalau sesuatu yang paling sering muncul dan mengganggu pikiran kita bisa jadi itulah sesuatu yang paling kita cintai. Kita sebagai manusia seharusnya lebih sering mengingat Allah swt. daripada mengingat yang lain. Itu artinya, kita harus mencintai Allah swt. dan menempatkan rasa cinta itu pada prioritas yang paling utama dalam pikiran kita. Kalau ada sesuatu hal (selain Allah) yang sering menggangu pikiran kita, hati-hati, mungkin ada sesuatu yang lebih kita cintai selain Allah swt. Naudzubillah. Jangan sampai itu terjadi pada kita. Dan satu keuntungan yang tidak bisa di tawar lagi kalau kita mencintai Allah swt. lebih dari apapun, yaitu rasa tenang, tentram dalam hati, tidak ada kekhawatiran sedikitpun tentang segala hal. Karena dengan mencintai Allah swt., maka do'a kita akan di kabulkan olehNya, urusan kita dipermudah, langkah kita terjaga pada jalan yang benar, dan kita akan mendapatkan surganya Allah swt. Dan kupikir itu adalah nikmat yang sangat besar yang di berikan oleh Allah swt. kepada manusia yang mencintai Allah swt. lebih dari apapun.
Ya Allah, di dalam sujud malamku aku mulai menyadari kesalahanku, ampunilah hamba. Aku hanya ingin mencintai seseorang atas dasar cinta terhadapMu ya Allah, aku hanya ingin mencintai sesuatu atas dasar cinta terhadapMu ya Allah. Berilah hamba petunjukMu, dekatkanlah hamba pada golongan orang-orang yang selalu bersyukur kepadaMu ya Allah, golongan yang saling mengajak pada kebaikan dan saling mengingatkan pada kemungkaran.
Amiin...

Friday, May 29, 2009

"kenapa sih umat islam marah jika karikatur nabi muhammad dibuat?"

Hari ini, jum'at 29 mei 2009, jam 23.40. Saya sudah bersiap-siap untuk tidur. Tapi Saya iseng-iseng membuka forum kick andy (saya pembaca setia forum kick andy), kemudian saya menemukan satu topik yang saya anggap cukup menarik, dan mungkin agak kontrofersial. Judul topik di dalam forum itu adalah "numpang tanya ya?", dan si pembuat topik ini menulis :
"kenapa sih umat islam marah jika karikatur nabi muhammad dibuat? kalau kami sih umat kristen santai-santai aja ya kalau karikatur yesus di buat. lihat tu sodara kita yang beragama budha, mereka nggak pernah komplain kan masalah budha yang banyak sekali bibuat karikaturnya. salut deh sama mereka?"
Semua umat Islam akan marah kalau Rosulullah Muhammad saw. di buat karikatur. Mengapa? Karena mereka tidak akan terima jika sosok yang sangat mereka hormati di hina oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan bahwasanya, dalam agama Islam wajah Rosulullah Muhammad saw. tidak boleh digambarkan. Ini merupakan suatu bentuk akhlak yang dimiliki umat Islam terhadap sosok manusia yang sangat mereka hormati, yang mungkin akhlak ini tidak dimiliki oleh umat lain selain umat Islam. Umat lain sangat mudah menggambarkan orang yang mereka hormati (seperti nabi Isa as.), atau bahkan menggambarkan tuhan yang mereka sembah dalam bentuk gambar, atau bahkan patung. Padahal mungkin mereka tidak tahu persis bahwa sosok yang mereka gambarkan itu sesuai dengan sosok aslinya atau tidak. Kalau kita menonton kisah-kisah para nabi, maka nabi Muhammad saw. selalu digambarkan dengan cahaya yang sangat terang dan menyinari alam sekitarnya.
Bayangkan saja jika anda memiliki seseorang yang sangat anda cintai, sangat anda hormati, kemudian ada orang yang menghinanya, apa yang anda rasakan. Sesabar apapun anda, pasti anda akan memiliki rasa tidak terima terhadap penghinaan tersebut. Dan semua pihak yang berusaha membuat karikatur nabi Muhammad saw., mereka hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk menghina nabi kami umat Islam Rosulullah Muhammad saw.

Tuesday, May 26, 2009

Makna yang Ambigu

Kita sering mendengar kata-kata; "dasar manusia tidak memiliki hati", "hatimu dimana sih?", "hatinya sangat lembut", dan banyak lagi yang mengartikan hati itu sebagai suatu bentuk ungkapan perasaan. Sekarang masalahnya, benarkah perasaan itu adanya di hati (liver)? Menurut ilmu biologi, bahwa hati itu memiliki fungsi yang vital dalam tubuh kita, antara lain:
  • Menyimpan berbagai bentuk glukosa, vit B12, dan zat besi
  • Penyediaan tenaga (zat gula) dan protein
  • Pengeluaran hormon-hormon dan insulin.
  • Pembentukan dan pengeluaran Lemak dan Kolesterol
  • Penyaring dan pembuang bahan-bahan beracun di dalam darah mealalui proses pembongkaran hemoglobin.
  • Merubah amonia menjadi urea
Dari sekian banyak poin fungsi hati, tidak ada yang menerangkan hati sebagai pengatur perasaan. Namun, mengapa dalam bahasa kita sehari-hari sering menempatkan fungsi hati itu sebagai ungkapan perasaan yang sangat dalam pada manusia. Dan binatang yang dianggap tidak mempunyai perasaan atau belas kasihan sering diartikan tidak memiliki hati. Padahal mereka (binatang) punya hati juga lho. Istilah "hati nurani" merupakan istilah yang menggambarkan perasaan positif yang begitu dalam yang dimiliki oleh manusia, hanya manusia bukan makhluk lain.
Kalau di lihat dari sudut pandang ilmu pengetahuan, sebenaranya segala macam bentuk perasaan, baik perasaan yang positif atau perasaan negatif semuanya adalah tugas dari otak. Hanya saja seberapa besar pengalaman positif yang diterima otak inilah yang sering diartikan manusia sebagai perasaan, atau hati nurani. Jadi hati nurani disini adalah kodrat / insting baik yang dimiliki oleh manusia sejak lahir, dan pengalaman positif yang di terima manusia selama hidupnya. Dan semuanya itu tersimpang dengan baik di dalam otak, bukan di dalam hati. Namun bahasa telah mensalah artikan kata "hati" tersebut.
Bahkan lebih parah lagi, perasaan cinta biasanya di dilambangkan sebagai bentuk hati, tetapi wujud gambarnya adalah gambar jantung. Ini adalah suatu bentuk penggunaan bahasa atau simbol-simbol yang sebenarnya ambigu. Orang memahami maksudnya, bahkan sering menggunakan istilah-istilah atau simbol-simbol itu, tetapi kalau di telusuri dari mana istilah-istilah dan simbol-simbol itu muncul, maka akan sangat susah di pahami mengapa istilah-istilah dan simbol-simbol itu di pakai untuk mewakili arti yang sebenarnya tidak cocok dengan fungsinya. Dari sudut pandang ilmu pengetahuan itu suatu hal yang tidak match. Namun itulah ilmu bahasa. Kita tidak perlu mengetahui sejarah mengapa kata-kata itu dipakai. Yang perlu kita ketahui adalah bagaimana cara menggunakan bahasa itu secara baik dan benar, agar tidak di salah artikan oleh orang lain.