Thursday, November 24, 2011

RENCANA PEMBANGUNAN MASJID AL-HUDA SUKARAME BANDAR LAMPUNG

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad:7)
“Barangsiapa membangun sebuah Masjid yang di dalamnya disebut nama Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga”. (HR. Ibnu Hibban)





Segala puji bagi Allah atas segala limpahan kasih sayangNya, naungan perlindunganNya dari segala tipu daya syetan, segala kenikmatan sabar dari semua ujianNya. Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, yang tak pernah lelah mengurus makhluk-makhluknya, yang telah menetapkan qodo' dan qodar dari semua makhluk ciptaanNya. Tiada daun yang jatuh sekalipun yang tanpa sepengetahuan dan kehendakNya. Hanya kepadaNya kita menyembah dan memohon pertolongan. Dan semoga lisan kita tak pernah putus untuk bersholawat atas makhluk ciptaan Allah yang paling mulia, yang juga memberikan kemuliaannya kepada pengikut-pengikutnya yang setia sampai akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Nabi penutup dari semua utusan Allah, yang menyempurnakan ajaran Allah dari Nabi dan Rosul sebelumnya. Mudah-mudahan kita semua senantiasa beristiqomah untuk mengikuti ajarannya dan meneladani sunnahnya. Aamiin...

Allah melalui Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan kita untuk selalu berusaha menyempurnakan pahala dan amala-amalan baik kita di dunia, sebagai bekal yang sangat kita butuhkan untuk memasuki alam akherat kelak. Banyak janji-janji Allah yang diabadikan dalam Al-Qur'an dan juga sunnah nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah dari kedua dalil diatas. Di dalam QS Muhammad ayat 7 Allah menyebutkan bahwa orang-orang beriman yang menolong agama Allah, maka Allah akan mendapatkan pertolongan Alloh dan meneguhkan kedudukannya. Mungkin sebagian kita akan bertanya-tanya, pertolongan dan keteguhan semacam apa yang di jandikan Allah dalam ayat tersebut. Namun sebagai orang beriman, janji apapun itu yang disebutkan didalam ayat tersebut, itulah janji Allah yang tak akan mungkin sia-sia. Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan, meskipun kadang tidak selalu mewujudkan apa yang kita inginkan. Karena kadang keinginan kita sebagai manusia dipenuhi oleh hawa nafsu yang akan menjerumuskan kita ke dalam dosa yang semakin menjauhkan kita dengan Allah SWT. Allah yang maha mengasihi tidak akan rela melihat hambaNya yang beriman terjun kedalam kubangan lumpur dosa tersebut. Dan dari hadist nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban RA, bahwa "Barangsiapa membangun sebuah Masjid yang di dalamnya disebut nama Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga". Hal ini bukan sembarang janji yang dikeluarkan oleh manusia biasa. Tetapi ini adalah hadist yang di sampaikan oleh makhluk ciptaan Allah yang paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Tentunya tak ada yang sia-sia ucapan yang disampaikan oleh seorang utusan Allah tersebut. Semua ucapan dan perilaku Nabi SAW. adalah kehendak Allah sebagai suritauladan bagi seluruh umat manusia yang hidup di akhir zaman. Untuk bisa menghuni surga saja itu merupakan kemenangan yang besar bagi umat manusia. Dan dalam hadist tersebut dijanjikan akan dibangunkan rumah di dalam surga, bagi siapapun yang membangun masjid, itu merupakan kemuliaan yang sangat besar. Tentu kita tidak bisa membayangkan rumah semacam apa nantinya yang akan kita peroleh jika mengamalkan hadist tersebut. Tetapi sebagai orang yang beriman, maka kita wajib meyakini kebenarannya. Yang jelas hadist ini ingin memuliakan manusia dengan amalan-amalan yang sudah di ajarkan nabi kita Muhammad SAW. Dari hadist tersebut menyebutkan bahwa orang yang akan membangun masjid, dia akan dibuatkan rumah disurga. Sebagian kita mungkin beranggapan, bukannya membangun sebuah masjid itu membutuhkan dana yang besar, sehingga hadist ini berlaku hanya untuk kalangan orang-orang kaya. Tentunya anggapan tersebut tidaklah benar. Karena agama Islam tidak menghendaki umatnya untuk bersusah payah dalam mendapatkan pahala. Islam memberikan kemudahan bagi umatnya untuk beramal sholeh sesuai dengan kemampuannya. Jika membangun masjid itu membutuhkan biaya yang besar, maka hal itu bisa diwujudkan dengan gotong royong, mengumpulkan dana dari umat Islam yang ada, sampai dana itu cukup digunakan untuk membangun sebuah masjid sampai selesai. Masjid merupakan tempat beribadah dan sebagai pusat kegiatan keagamaan di dalam suatu lingkup masyarakat. Kehadiran masjid yang direncanakan dengan baik akan memberikan berbagai manfaat dan berkah yang besar bagi masyarakat sekitar. Kontrol ibadah yang baik dalam masyarakat akan mendidik warganya untuk menjadi lebih baik, menjadi lebih santun di tengah masyarakat, menciptakan situasi yang aman dan kondusif dalam kehidupan, sesuai dengan apa yang di tauladankan nabi Muhammad SAW kepada kita umatnya.

Site Eksisting & Arah Kiblat di Bandar Lampung dan Sekitarnya, yaitu: 295, 13766 derajad dari arah utara , dihitung searah jarum jam
Orientasi Bangunan

3d Orientasi

Bangunan Eksisting

Design Kaligrafi Dua Kalimat Syahadat
3D Perspektif
3D Perspektif

3D Perspektif

3D Interior
3D Interior
3D Interior
Denah Lantai 1

Denah Lantai 2


Konsep arsitektur bangunan masjid ini adalah kawinsilang dari gaya arsitektur modern dan gaya arsitektur timur tengah. Dengan memadukan bentuk geometri dasar dari sebuah kubus yang mendeskripsikan Ka'bah, yang dipadukan dengan bentukan geometri lain, yaitu kubah berbentuk setengah bola, yang mana bentuk-bentuk seperti ini sering kita temui pada gaya arsitektur timur tengah. Perpaduan bentuk ini akan mencerminkan gaya arsitektur baru, terutama di daerah Bandar Lampung dan sekitarnya. Kesan modern akan sangat terasa kuat jika di bandingkan dengan bangunan-bangunan masjid yang ada di sekitarnya. Disini sang arsitek ingin memberikan kesan berbeda dengan memperkenalkan gaya arsitektur modern pada rancangan masjid ini. Tentunya dengan tidak sedikitpun mengurangi nilai-nilai yang ada pada masyarakat Lampung. Lokasi site masjid Al-Huha ini terletak di Jalan. H. Endro Suratmin, no. 28 Sukarame, tepatnya di salah satu pojokan pada perempatan antara Jalan H. Endro Suratmin dan Jalan P. Legundi, yang mana perempatan ini selalu ramai oleh aktifitas kegiatan masyarakat sekitar. Jalan H. Endro Suratmin adalah akses utama menuju pusat pendidikan tinggi di propinsi Lampung, yaitu IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Melihat potensi site yang begitu besar tersebut, maka sang arsitek terinspirasi untuk memaksimalkah satu space dinding yang mengarah ke perempatan jalan, untuk diolah menjadi sesuatu yang menarik perhatian, sekaligus memberikan efek positif pada orang yang melihatnya. Akhirnya arsitek mengolah dindig tersebut menjadi space untuk membuat kaligrafi yang bertuliskan 2 kalimat syahadat, yang merupakan rukun Islam pertama. Kaligrafi ini dibentuk dari susunan roster berukuran 20 cm X 20 cm. Sehingga selain sebagai point of in interest, kaligrafi ini juga berfungsi sebagai penghawaan alami untuk interior bangunan, karena menggunakan roster sehingga angin masih bisa mengalir ke dalam bangunan. Untuk menghindari tampias air hujan pada design kaligrafi dengan bahan roster ini, arsitek merancangnya dengan menggunakan double roster dengan memberikan beberapa senti ruang kosong di antara dua roster. Sehingga bila terjadi hujan lebat, maka angin tetap masuk, tetapi air akan terfilter pada space ruang antara 2 roster tersebut dan air tidak ikut masuk.
Dan layaknya design arsitektur yang baik, maka sebuah karya arsitektur harus bisa mencerminkan identitas, dimana bangunan itu dibangun. Mengadopsi gaya modern, gaya timur tengah, gaya mediterania, atau gaya apapun adalah sah-sah saja, tetapi alangkah baikknya jika gaya-gaya tersebut dipadukan dengan ciri khas yang ada pada daerah setempat, sebagai penghormatan nilai-nilai, sehingga bangunan rancangan kita diterima di masyarakat. Pada rancangan masjid ini memasukkan ornamen-ornamen khas Lampung, seperti kain kapal, siger, dan kain tapis pada detail-detain ekterior sebagai identitas bangunan khas Lampung.



Rencana Proyek Dimulai Awal Tahun 2012




Rencana Luas Bangunan: 769 M2, 2 lantai.

Rencan Sumber Dana Pembangunan:
1. Kas Masjid
2. Infaq dari kaum muslimin dan muslimat
3. Bantuan dari pemerintah, perusahaan, dll.

Penyampaian Infaq dan Shodaqoh:
1. Secara tunai di antar langsung ke sekretariatan
Masjid Al-Huda
2. Transfer melalui:
a). Bank Mandiri No. Rek. 114.00.0746.6660
b). Bank Central Asia / BCA No. Rek. 2940422666
A/N E. Manik
3. Atau menghubungi:
1. Bapak H. Rusdi Said, SE. No. HP 0811723311
2. Bapak H. Agus Widjo Santoso No. HP 081385042850
3. Bapak H. Aris Wardoyo No. HP 08127930045
4. Bapak HM. Thohir No. HP 082178111245
5. Bapak Harsono Sucipto, SH. No. HP 08127911443




Bandar Lampung, 24 November 2011
PANITIA PEMBANGUNAN DAN PENGURUS
MASJID AL-HUDA SUKARAME
Sekretariat Jl. Endro Suratmin No. 28, Sukarame, Bandar Lampung.

Thursday, June 2, 2011

Ujian? Ikhlaskanlah…

Kadang dalam suatu ujian, manusia di hadapkan pada situasi yang mengharuskan dirinya untuk mengikhlaskan sesuatu yang sangat dia cintai. Itulah hakikat dari ujian yang sebenarnya. Adalah sifat dasar nanusia untuk mencintai sesuatu yang kadang secara tidak sadar cinta itu melebihi cintanya kepada sang pencipta, Allah SWT. Dan Allah Maha Pengasih kepada hambanya. Ketika hambanya menginginkan sesuatu, Allah memberikan sesuatu tersebut dengan cara yang sangat bijak, dengan cara yang sangat arif. Begitu seseorang menginginkan sesuatu tidak serta merta Allah memberikannya, tetapi Allah ingin mengingatkan kepada manusia bahwa sesuatu yang di inginkan manusia itu kadang bukan segala-galanya yang bisa menjamin kebahagiaannya. Untuk itu Allah memberikan ujian kepada manusia. Kadang sesuatu yang diinginkan manusia tersebut sudah ada di depan mata, tinggal beberapa langkah lagi sudah pasti bisa dia dapatkan. Tapi ternyata setelah semakin dekat Allah berkehendak lain, dan menjauhkan kembali sesuatu yang diinginkan manusia tersebut darinya, padahal mungkin tadinya sudah hampir dipastikan sesuatu tersebut akan menjadi miliknya. Allah bukan bermaksud mempermainkan hati manusia, tetapi Allah ingin memberikan ujian kepada manusia. Seberapa jauh sesuatu yang manusia inginkan tersebut memberikan efek positif pada dirinya. Allah ingin melihat bagaimana sikap kita ketika kita dijauhkan kepada sesuatu yang sangat kita inginkan. Banyak orang gagal ketika mendapatkan ujian yang semacam ini. Frustasi, strees, depresi, akan sangat gampang menjangkit orang-orang yang tidak pandai dalam menyikapi ujian-ujian dari Allah. Namun sebaliknya, ketika kita dihadapkan pada situasi yang seperti itu, dan kita malah mengikhlaskannya dengan seikhlas-ikhlasnya, biasanya Allah justru memberikannya dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Bapak Mario teguh mengatakan, salah satu perilaku Tuhan adalah menyuruh manusia berdiri di tepi jurang yang sangat dalam kemudian menyuruhnya untuk loncat. Kebanyakan manusia akan takut loncat, tetapi beberapa orang yang dengan ikhlas menuruti perintah Allah untuk loncat, meskipun tadinya dia juga takut melihat jurang tersebut, ketika loncat tau-tau dari punggungnya tumbuhlah sayap yang mampu membuat orang-orang yang ikhlas tadi terbang. Itulah gambaran ujian yang diberikan Allah kepada manusia. Percayalah, ketika kita ikhlas menghadapi ujian dari Allah, maka tunggulah sayap akan muncul dari punggung kita yang mampu membuat kita terbang tinggi ke langit. I believe that!

Sunday, February 20, 2011

Masukkanlah Hamba ke NerakaMu

Mungkin kebanyakan pembaca akan mengerutkan dahi ketika membaca judul diatas. Ya, hamba sungguh merasa tak pantas untuk masuk ke dalam surgaMu. Hamba malu kepadaMu karena setiap hari memohon surgaMu. Padahal hamba terlalu sering tergelincir oleh perangkap syetan, hamba sering malakukan kesalahan yang sama dan tarus mengulanginya lagi. Ucapan istighfar sesalu terucap ketika malakukan dosa, tetapi di waktu yang lain kembali hamba melakukan dosa itu. Kadang penyakit riya' pun hadir dengan sangat lebutnya ketika raga melakukan amal kebaikan, kadang hati ini tak terjaga dengan baik. Kadang hamba merasa lebih baik dari semua manusia yang ada di bumi, merasa lebih banyak pengetahuannya dan lebih tinggi ilmunya, merasa lebih baik akhlaknya. Ya Alloh, dan perasaan sombong, takabur dan semua sifat buruk itu pun kadang hadir begitu lembut, hati tak dapat merasakan kehadirannya, karena begitu lembutnya syetan menanamkan sifat buruk itu ke hati manusia. Ya Alloh, hamba sungguh malu memohon surga kepadaMu. Hamba terlalu sering tergelincir oleh perangkap-perangkap syetan itu. Hamba selalu melakukan dosa yang sama meskipun istighfar telah menutup dosa hamba sebelumnya. Hamba mohon, kuatkan hamba untuk selalu istiqomah di jalan lurusMu. Jagalah hati hamba untuk terus mengingatMu. Hati ini memang ada di dalam raga ini, tapi sungguh, hamba tidak mampu mengendalikannya, karena sesungguhnya hanya Engkaulah pemilik hati ini, Engkaulah yang mampu membolak-balikkan hati dengan mudah. Engkaulah sebaik-baik penjaga hati ini. Jauhkanlah hamba dari perangkap-perangkap syetan, jauhkan hamba dari penyakit-penyakit hati. Jadikankan hati ini lebih peka terhadap sifat-sifat buruk yang kadang hadir tanpa disadari. Dan jadikanlah hamba pantas untuk mengharap surgaMu. Jika raga ini tetap berkeras hati, dan tidak mampu istiqomah, maka hamba lebih pantas untuk memohon kepadaMu "Masukkanlah Hamba ke NerakaMu". Engkaulah yang Maha Bijaksana lagi Maha Penyayang.

Tuesday, February 15, 2011

Peristiwa Besar Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan hari kelahiran Nabi SAW, mengingatkan kita dengan peristiwa besar ditahun yang sama.

Yak, tahun kelahiran nabi SAW disebut juga dengan Tahun Gajah.

Adalah Abrahah dengan pasukan bergajahnya yang mencoba untuk melakukan invasi ke Mekah untuk menghancurkan Ka'bah.

Abrahah adalah seorang gubernur di Yaman, pada masa ketika berada di bawah kekuasaan Abyssinia (Ethiopia).

Berawal dari keinginannya untuk membangun katedral megah untuk menyaingi Mekah sebagai tempat ibadah haji terbesar diseluruh jazirah Arab.

Ia membangunnya dengan pualam yang diambil dari bekas istana Ratu Saba dan menghiasinya dengan emas dan perak.

Rencana itu mengundang kemarahan dari suku-suku di jazirah Arab, karena tujuannya yang tidak baik.

Sampai akhirnya, ada seseorang yang berusaha untuk meruntuhkan katedral tersebut, dan ia melakukannya hanya dengan satu malam.

Mendengar berita itu, Abrahah marah besar, dan bersumpah akan membalas dendam perbuatan itu dengan cara menghancurkan Ka'bah.

Abrahah menyiapkan pasukan besar-besaran untuk menyerang Ka'bah. Pasukan yang dilengkapi dengan tentara bergajah.

Perjalanan mereka untuk menuju Mekah mendapatkan perlawanan dari beberapa suku yang dilewatinya.

Tetapi karena begitu besarnya & banyaknya pasukan Abrahah tersebut, perlawanan suku-suku tersebut tidak menjadi penghalang yang serius bagi mereka.

Sampai akhirnya, pasukan Abrahah yang di dominasi dengan pasukan-pasukan bergajah tersebut tiba di perbatasan kota Mekah.

Penduduk Mekah yang kebanyakan orang-orang Quraisy ketakutan melihat pasukan Abrahah yang begitu besar.

Banyak suku Quraisy yg menyelamatkan diri dengan pergi keatas bukit.

Adalah 'Abd al-Muththalib _kakek nabi SAW_ dan beberapa anggota keluarga serta pemuka masyarakat yang lain pergi ke Ka'bah.

Mereka berdiri di sisi Ka'bah memohon kepada Alloh untuk perlindungan Ka'bah dari serangan Abrahah dan bala tentaranya.

Suatu keajaiban muncul, tiba-tiba gajah-gajah yang ada di barisan paling depan enggan untuk melangkahkan kakinya memasuki kota Mekah.

Bahkan ketika gajah-gajah itu dikomando untuk maju, mereka malah berlutut dan duduk.

Abrahah mulai kualahan untuk memberikan komando kepada gajah-gajahnya.

Segala cara digunakan untuk menggerakkan kaki sang gajah untuk mau bergerak maju memasuki kota Mekah

Sampai ketika gajah-gajah itu dikomando untuk berbalik arah, baru mereka mau berdiri dan berjalan menjauhi kota Mekah.

Tetapi ketika gajah-gajah tersebut kembali diperintahkan untuk maju memasuki kota Mekah, kembali gajah-gajah tersebut berhenti, berlutut lalu kembali duduk.

Sebenarnya ini merupakan pertanda yang sangat jelas dari kebesaran Alloh, bahwa mereka tidak akan mampu menghancurkan Ka'bah.

Namun Abrahah sudah dibutakan oleh ambisi pribadinya.

Dan mereka sudah terlambat untuk membatalkan rencana mereka.

Langit di ufuk barat menghitam pekat dan suara gemuruh terdengar.

Muncul gelombang kegelapan yang menyapu dari arah laut dan menutupi langit diatas mereka.

Sejauh jangkauan pandangan mereka, langit dipenuhi beribu-ribu burung, tak terhingga jumlahnya.

Diriwayatkan, burung-burung itu terbang secepat burung layang-layang.

Dan masing-masing membawa tiga batu kerikil yang membara.

Satu diparuhnya, dan yang lain dijepit dengan cakar dikedua belah kakinya.

Burung-burung itu menukik ke arah barisan sambil menjatuhkan batu-batu tersebut.

Yang kemudian batu-batu tersebut meluncur keras dan cepat menembus setiap pakaian dan daging yang dilewatinya, dan sangat mematikan.

Pasukan Abrahah langsung jatuh terkapar dan tubuhnya langsung membusuk.

"sehingga mereka dijadikanNya seperti daun-daun yang dimakan ulat" (Al-Fiil: 5)

Itulah peristiwa menakjubkan yang memperlihatkan kebesaran Alloh menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tuesday, February 1, 2011

Pemimpin Abyssinia (Ethiopia) pun Mengakui Muhammad SAW Sebagai Rasul Utusan Alloh

Tekanan-tekanan dan penyiksaan yang dilakukan oleh petinggi-petinggi kaum kafir Quraish terhadap kaum mukmin menyebabkan beberapa kaum mukmin dan para sahabat untuk pergi dan berpindah keluar dari Mekah dan mencari tempat baru yang lebih aman, dan bisa menjalankan syariat Islam dengan tenang. Dan Rasululloh berkata: "Jika kalian pergi ke negeri Abyssinia, disana engkau akan mendapatkan seorang raja yang adil dan bijaksana. Suatu negeri yang kalian bebas dan leluasa dalam beragama. Sampai suatu saat Alloh memberikan jalan yang dapat menghindarkan penderitaan yang kalian tanggung saat ini." Maka beberapa sahabat pun berangkat ke Abyssinia. Peristiwa migrasi pertama dalam Islam. Sesampainya di negeri Abyssinia, para sahabat dan kaum mukmin yang lain mendapatkan perlindungan dari pemimpin negeri tersebut, Negus. Negus adalah pemimpin dari kalangan Kristen yang taat. Bahkan ketika beberapa utusan dari suku kafir Quraish datang padanya, dan memberinya hadiah untuknya dengan tujuan supaya Negus bersedia memulangkan para pengungsi kaum mukmin dikembalikan ke Makah, Negus menolaknya. Utusan Quraish tersebut mengatakan bahwa mereka (kaum mukmin) telah menciptakan agama baru yang berbeda dari agama kaum Quraish dan berdeda dengan agama di negeri Abyssinia.
Bahkan orang-orang Abyssinia adalah penganut Kristen yang saleh. Namun ketika mereka melihat para pengungsi suku Quraish tersebut (kauma mukmin), pemimpin-pemimpin Abyssinia dan para pendeta melihat kesan nilai kesucian yang mendalam pada kaum mukmin. Negus bertanya kepada mereka, "Agama apa gerangan yang menyebabkan kalian terpisah dari kaum kalian, sedangkan kalian tidak memeluk agamaku, juga tidak memeluk agama suku-suku disekitar kami?". Salah satu perwakilan kaum mukmin, Ja'far menjawab, "Wahai Raja! Dulu kami adalah orang jahiliyah, menyembah berhala-berhala, memakan daging yang tidak suci, melakukan maksiat, dan pihak yang kuat menerkam yang lemah. Begitulah kami, sampai Alloh mengutus kepada kami seorang rasul dari kalangan kami, seorang yang garis keturunannya kami ketahui, juga kejujuran, integritas, dan penghargaannya terhadap kebenaran. Ia mengajak kami kepada Alloh, bersaksi akan keesaanNya, menyembahNya, dan meninggalkan batu-batu dan berhala-berhala yang kami dan orang tua kami sembah. Ia memerintahkan kami untuk berkata benar, memenuhi janji, menghormati ikatan kekerabatab dan hak-hak tetangga kami. Ia melarang kami melakukan kejahatan dan pertumpahan darah. Karenanya, kami hanya menyembah Alloh semata, tidak menyekutukanNya, menjauhi apa yang diharamkanNya, dan melakukan apa yang dibolehkanNya. Karena alasan ini, kaum kami menentang dan menyiksa kami agar murtad dari agama kami dan tidak lagi menyembah Alloh serta kembali menyembah berhala. Karena itu pulalah, kami datang kenegeri tuan, memilih anda dari yang lain. Dan kami puas dengan perlindungan anda. Harapan kami wahai Raja, di sini, bersamamu, kami tidak akan diperlakukan sewenang-wenang."
Mendengar penjelasan dari Ja'far, Negus pun mulai tertarik dengan agama yang diceritakan oleh perwakilan kaum mukmin itu. Dan meminta Ja'far untuk membacakan salah satu wahyu Ilahi yang dibawa nabi mereka. Dan Ja'far pun membacakan sebagia dari Surah Maryam, ayat 16-21. Seketika setelah wahyu tersebut dibacakan, Negus dan para pendeta menangis. Negus berkata, " Ini benar-benar bersal dari sumber yang sama seperti yang dibawa oleh Yesus". Semakin hari Negus semakin penasarang dengan agama baru tersebut. Dan suatu hari Negus kembali memanggil Ja'far dan beberapa sahabat ke Istana. Negus bertanya, "Apa yang kalian katakan mengenai Yesus putra Maryam?" Ja'far menjawab, "Kami mengatakan tentangnya seperti yang diajarkan Nabi kepada kami, bahwa ia hamba Tuhan, UtusanNya, RohNya, dan KalimatNya yang ditiupkan kedalam rahim Maryam."
Mendengar penjelasan tersebut, Negus semakin kagum dengan agama Islam, dan tanpa ragu dia mengikrarkan diri, "ia bersaksi tidak ada tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah hambaNYa, UtusanNya, dan Yesus putra Maryam adalah hambaNya, UtusanNya, RohNya, dan KalimatNya yang ditiupkan kedalam rahim Maryam." Negus pun mengajak rakyatnya untuk mengakui kerasulan Muhammad dan masuk Islam.

Saturday, December 25, 2010

pagi, 25 Desember 2004

... Tidak seperti biasanya, subuh itu sehabis sholat ketika Ummi meminpin mereka berdzikir. Delisa tiba-tiba maju kedepan. Merangkak dengan mukena masih membungkus tubuhnya. Fatimah melotot menyuruhnya duduk kembali. Tetapi gadis yang baru berumur 6 tahun itu tidak peduli, tetap mendekati sajadah Ummi. Aisyah nyengir. Zahra tak memperhatikan kelanjutan dzikir meniru suara Ummi.

Delisa duduk bertelekan lutut di belakang Ummi. Kemudian pelan memeluk leher Ummi yang duduk berdzikir di depannya.

"Ada apa, Sayang?" Ummi menghentikan dzikirnya, menoleh menatap muka Delisa yang ada di bahu kanannya, tersenyum.

Ya Allah, mata Delisa teduh sekali. Mukanya lembut menatap Ummi. Mukaketurunan dengan mukena putih menghiasi wajahnya. Muka yang habis dibasuh wudhu. Muka Delisa yang habis dibasuh sujud (meski Delisa lupa lagi bacaan sujud tadi). Muka yang habis dibasuh dengan dzikir. Muka itu mempesona. Mata hijau Delisa mengerjap-ngerjap.

"Ada apa, Sayang?" Ummi menggerak-gerakkan badannya. Seolah-olah akan menggendong Delisa dari belakang. Tersenyum, menggoda Delisa. Fatimah menatap menyeringai dari belakang. Dzikir mereka terhenti. Aisyah dan Zahra bertatapan satu sama lain. Kedua saudara kembar itu bingung melihat kelakuan adik bungsunya.

Bibir Delisa menyimpul senyum. Matanya sedang menatap beningnya bola mata Ummi. Berbisik.

"U-m-m-i..."

"Ya, ada apa, Sayang?"

"Delisa.... D-e-l-i-s-a cinta Ummi.... Delisa c-i-n-t-a Ummi karena Allah!" Ia pelan sekali mengatakan itu. Kalah oleh desau angin pagi Lhok Nga yang menyelisik kisi-kisi kamar tengah. Tetapi suara itu bertenaga. Amat menggetarkan. Terdengar jelas di telinga kanan Ummi. Kalimat yang bisa meruntuhkan tembok hati.

Ummi Salamah terpana. Ya Allah, kalimat itu sungguh indah. Ya Alloh... kalimat itu membuat hatinya meleleh seketika. Delisa cinta Ummi karena Allah.... Tasbih Ummi terlepas. Matanya berkaca-kaca. Ya Allah, apa yang barusan dikatakan bungsunya? Ya Allah darimana Delisa dapat ide untuk mengatakan kalimat seindah itu. Tangan Ummi sudah bergetar menjulur merengkuh tubuh Delisa.

"U-m-m-i juga cinta Delisa.... U-m-m-i c-i-n-t-a Delisa karena Allah!" Ummi Salamah terisak memeluk bungsunya. Memeluknya erat. Putri sulungnya Fatimah di belakang menghela nafas. Adik bungsunya itu selalu diluar dugaan, tapi pagi ini, kelakuan Delisa benar-benar diluar dugaan.

Zahra terdiam menundukkan kepala. Ikut terharu.

Aisyah tersentuh. Ia beranjak merangkak mendekat ke depan. Ikut memeluk Umminya dari belakang, berbisik lemah, "Aisyah juga cinta Ummi...."

Zahra dan Fatimah ikut mendekat. Mereka berpelukan erat. Anak-anak gadis yang shalehah, dengan Ummi pemberi teladan. Bertangis bahagia. Delisa merangkul kakak-kakaknya, menangis tersedan.

Pagi itu, Sabtu 25 Desember 2004. Sehari sebelum badai tsunami menghancurkan pesisir Lhok Nga. Sebelum alam kejam sekali merenggut semua kebahagiaan Delisa. ...



....................Hafalan Sholat Delisa (Tere-Liye)....................

Monday, December 6, 2010

Puasa ’Asyuura (10 Muharram)

Suatu ketika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari ’Asyuura (10 Muharram). Lalu beliau bertanya mengapa mereka berpuasa pada hari itu. Merekapun menjelaskan bahwa hal itu untuk memperingati hari dimana Alloh telah menolong Nabi Musa bersama kaumnya dari kejaran Fir’aun dan balatentaranya. Bahkan pada hari itu pula Alloh telah menenggelamkan Fir’aun sebagai akibat kezalimannya terhadap Bani Israil. Mendengar penjelasan itu maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam-pun menyatakan bahwa ummat Islam jauh lebih berhak daripada kaum Yahudi dalam mensyukuri pertolongan Alloh kepada Nabi Musa. Maka beliau-pun menganjurkan kaum muslimin agar berpuasa pada hari ’Asyuura.

Agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja, maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memerintahkan umat muslim untuk bepuasa pada hari kesepuluh sekaligus kesembilan bulan Muharram. Namun ada juga yang berpendapat kalau tidak tanggal sembilan dan sepuluh Muharram, boleh tanggal sepuluh dan sebelas Muharram (bagi yang kelupaan tanggal sembilannya).

Lalu apakah fadhillah (keutamaan) berpuasa pada hari ’Asyuura ini? Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berdoa kepada Alloh agar semoga barangsiapa yang berpuasa ’Asyuura Alloh ampuni dosanya selama satu tahun yang telah berlalu.

Untuk tahun ini jika tanggal satu Muharram 1432 Hijriyyah jatuh pada hari Selasa 7 Desember 2010, berarti hari ’Asyuura insya Alloh bertepatan dengan hari Kamis tanggal 16 Desember 2010. Berarti tanggal 9 Muharram insya Alloh akan jatuh pada hari Rabu tanggal 15 Desember 2010, dan 11 Muharram bertepatan pada hari Jum'at 17 Desember 2010. Semoga Alloh kuatkan, izinkan dan berkahi kita semua untuk melaksanakan puasa ’Asyuura tahun ini. Amin ya Rabb.


Friday, September 24, 2010

Jadikan Alloh ada di Pihakmu...!!

Jika Alloh tidak berada di pihakmu, jangan sekali-kali memutuskan sesuatu, karena bisa jadi keputusanmu itu salah,
jangan sekali-kali merencanakan sesuatu, karena bisa jadi rencanamu gagal,
jangan sekali-kali menginginkan sesuatu, karena bisa jadi keinginanmu itu buruk.

Friday, September 3, 2010

Teruntuk Saudara-Saudara Terbaikku

hamba bersyukur Engkau telah pertemukan hamba dengan kekasih-kekasihMu...
hamba bersyukur Engkau telah memperkenalkankan hamba dengan ahli-ahli surgaMu...
hamba bersyukur Engkau telah mengirimkan kepada hamba ahli-ahli ibadahMu, untuk hamba bisa belajar dari mereka.
Belajar mencintaiMu dengan tulus, belajar menempatkan cinta kepadaMu diatas segalanya. Dan mengenalMu lebih dekat.
Belajar untuk menjaga hati.
Belajar tentang bagaimana ilmu ikhlas yang sesungguhnya.
Belajar tentang memahami kekurangan diri.
Belajar untuk hanya berharap kepada kebijaksanaanMu, bukan berharap kepada makhlukMu.
Belajar untuk beristiqomah menghadapi rencana sempurnaMu.
Belajar untuk sabar dan tetap tersenyum atas semua ketetapanMu.
hamba mohon kepadaMu ya Alloh,
jagalah saudara-saudaraku,
berikanlah yang terbaik untuk mereka,
jagalah mereka untuk tetap pada jalanMu yang lurus,
limpahkanlah rahmat dan hidayahMu kepada mereka,
mudahkanlah urusan mereka jika itu memang baik untuk mereka,
kabulkanlah cita-cita mereka jika itu memang baik untuk mereka,
berikanlah peningkatan kebaikan dari hari ke hari kepada mereka,
jadikanlah berkah umur mereka,
berkahilah rizkinya,
selamatkanlah mereka dari perangkap-perangkat syetan,
lindungilah mereka dari orang-orang kafir,
jauhkanlah mereka dari mara bahaya,
hamba mohon, berikanlah mereka yang terbaik ya Alloh.
berikanlah mereka yang terbaik.
berikanlah mereka yang terbaik.
Jangan biarkan mereka merasakan kegelisahan hati seperti yang hamba rasakan, karena sungguh rasanya tidak menyenangkan, dan sangat menyesakkan. Cukuplah hamba yang merasakannya. hamba sangat menyayangi mereka. Mereka telah menjadi potongan puzzle kehidupan dalam hidup hamba, yang jika potongan itu hilang maka tak akan pernah ada potongan lain yang bisa menggantikannya.
Dan hamba mohon kepadaMu ya Alloh, pertemukanlah kami semua di surgaMu nanti.

Tuesday, August 24, 2010

Alloh Tidak Suka Sesuatu Yang Berlebih-lebihan, Tetapi Alloh Juga Tidak Suka Manusia Yang Terlalu Meremehkan, Bahkan Menerima Kebenaran Agama Lain

Rabu, 25/08/2010, tepat pukul 06.00 waktu setempat..
Pagi ini saya terispirasi untuk menuliskan buah pikiran yang saya peroleh dari beberapa kajian di beberapa tempat dan dari beberapa peristiwa yang saya alami dan amati dimasyarakat, yang menurut saya sangat baik untuk direnungkan. Terutama tentang tauhid kita sebagai umat Islam dihubungkan dengan situasi politik di Indonesia saat ini. Daripada ilmu ini menguap begitu saja dalam pikiran, akhirnya saya putuskan untuk menulisnya ke dalam blog ini, dengan maksud menyebarkan kebaikan kepada para pembaca, dan berusaha untuk mengkristalkan ilmu yang saya dapat dalam bentuk tulisan. Mengingat saya juga belum berkeluarga, belum ada istri yang diajak untuk berdiskusi tentang masalah ini, belum ada anak yang dibimbing untuk diajari ilmu-ilmu kebaikan yang saya dapat.

Di Indonesia ini ada beberapa kelompok Islam yang menginginkan berdirinya negara Islam di negeri ini. Mereka berupaya untuk mendirikan negara Islam dengan berbagai cara, mereka menganggap sistem yang berjalan di dalam negara ini merupakan sistem yang akan memurtadkan seluruh umat Islam di negeri ini. Dan siapapun yang menjalankan sistem ini dianggapnya termasuk golongan kafir yang harus dimusnahkan. Dengan atas nama Jihad, mereka berupaya untuk mendirikan negara Islam di negeri ini, dengan tujuan menghilangkan sistem-sistem pemurtadan tersebut dan menggantikannya dengan sistem-sistem baru yang lebih Islam. Untuk mendirikan negara Islam tersebut, mereka melakukan dua cara;
1. Pemusnahan sistem-sistem yang telah berjalan, yang menurut mereka sistem-sistem ini dapat memurtadkan seluruh umat Islam yang ada di Indonesia, dan siapapun yang menjalankan sistem-sistem ini dianggapnya termasuk golongan kafir.
2. Pembinaan yang mulai dibangun diatas puing-puing pemusnahan yang telah dilakukan.
Bahkan untuk mewujudkan cita-cita mereka, mereka rela mengorbankan diri untuk melakukan bom bunuh diri dan melakukan teror dimana-mana. Mereka tidak pernah berfikir panjang tentang akibat yang ditimbulkan atas tindakan mereka. Kalau kita ingat sistem dakwah Rasululloh, beliau diutus Alloh untuk memperbaiki akhlak manusia yang rusak. Dan yang beliau lakukan adalah masuk ke dalam masyarakat dan memanfaatkan potensi yang ada untuk mengajarkan akhlak yang baik kepada masyarakat jahilliyah, bukan melakukan pemusnahan dan kemudian mendirikan sistem yang benar-benar baru. Upaya-upaya yang dilakukan kaum ekstrim ini untuk mendirikan negara Islam justru menimbulkan dampak yang lebih buruk terhadap umat Islam di Indonesia. Muncul berbagai gerakan moderat dan gerakan pluralisme dalam beragama yang mulai mengkampanyekan ajaran mereka, dengan mengajak umat Islam di Indonesia untuk meyakini bahwa semua ajaran agama itu adalah benar dan membawa kebaikan. Ini jelas bentuk lain penyelewengan dari ajaran Islam. Mereka berdalih; "kalau tidak ingin dianggap sebagai kaum ekstrim atau teroris, maka terimalah kebaikan dari agama yang lain". Atas dasar nasionalisme, mereka mengkampanyekan idealisme mereka ke dalam masyarakat, yang mana hal ini juga akan "meracuni" akidah umat Islam di Indonesia. Bahkan banyak ungkapan dari masyarakat yang selalu berfikiran negatif kepada orang yang berpenampilan sesuai syariat Islam. Mungkin bagi yang akhwat yang berpakaian jilbab lebar atau mungkin bercadar, atau mungkin bagi yang ikhwan yang berjenggot dan ada bekas tanda sujud di keningnya, beberapa masyarakat Islam lainnya menganggap mereka adalah kelompok Islam yang fanatik. Atau mungkin beberapa umat Islam yang tidak mau mengucapkan selamat terhadap hari raya umat agama lain, mereka juga sering dianggap masyarakat Islam yang lain sebagai Islam yang fanatik. Ini bukti bahwa kampanye-kampanye pluralisme dalam beragama yang mengatasnamakan nasionalisme sudah mulai masuk ke dalam umat Islam di Indonesia.
Alloh mengajarkan untuk menegakkan hukumNya dalam masyarakat, namun Alloh tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam mewujudkan itu. Jalan kekerasan ditempuh hanya kalau ada ancaman atau serangan dari orang-orang kafir. Gunakanlah cara-cara yang lembut untuk menegakkan hukum Alloh, agar apa yang ingin kita sampaikan berkesan kepada orang lain dan diterima dengan baik dalam masyarakat. Manfaatkan potensi yang ada untuk menegakkan hukum Alloh dalam sistem yang mungkin menurut sebagian kita sudah bobrok. Bukan malah dengan memusnahkannya, dan mendirikan sistem yang benar-benar baru. Dan Alloh juga tidak suka kepada manusia yang bersikap lunak dan mudah menerima ajaran-ajaran diluar ajaran Alloh. Jangan sampai keyakinan yang kita miliki ternodai oleh ajaran-ajaran lain diluar ajaran Islam. Ajaran Islam adalah ajaran yang paling benar, tidak ada keraguan untuk meyakini dan menjalankannya. Tetapi kadang manusia masih memperdebatkan hukum-hukum Alloh, dan membuat hukum sendiri sesuai keinginannya.

Saturday, August 21, 2010

Ujian Keikhlasan di Awal Bulan Ramadhan

Barangkali kisah ini akan menginspirasi banyak orang tentang belajar ILMU IKHLAS.
Tetapi kisah ini belum selesai, kisah ini masih berjalan, aku masih menunggu kejutan-kejutan yang tak terduga dari rencana sempurna Alloh. Dan sampai sekarang, aku hanya bisa BERHARAP. Berharap kebijaksanaan dari yang Maha Bijaksana, Alloh SWT. Bukan berharap pada manusia.
InsyaAlloh, ujian ini akan mengantarkan aku menjadi manusia yang jauh lebih baik. Amiin.

Tuesday, August 17, 2010

Debat Abu Hanifah dengan Ilmuwan Kafir

Singkat cerita, semua orang dan para ulama besar sudah berkumpul di dalam masjid. si ilmuwan itu naik ke mimbar dan menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya. Dan dia semakin terlihat congkak ketika para ulama senior yang ada di hadapannya tidak ada yang berani meladeni tantanyannya.
Tiba-tiba seorang pemuda dengan lantang berdiri dan bilang "Saya Abu Hanifah siap berdebat dengan anda"
"Silahkan anda yang mulai," ujar Abu Hanifah mempersilahkan dengan sopan.

"Baiklah. Tahun berapa Tuhan kamu dilahirkan?" tanya ilmuwan kafir.

"Alloh tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan," jawab Abu Hanifah.

"Hmm, masuk akal jika dikatakan Alloh tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan. Lalu, pada tahun berapa Dia ada?"

"Dia ada sebelum segala sesuatu ada," tegas Abu Hanifah.

"Bisa berikan contoh konkret mengenai hal itu?"

"Anda tahu tentang perhitungan?" Abu Hanifah bertanya balik.

"Iya, saya tau."

"Angka berapa sebelum angka satu?"

"Tidak ada," jawab ilmuwan kafir.

"Tidak ada angka lain yang mendahului angka satu. Lalu, mengapa anda bingung bahwa sebelum Alloh itu tidak ada sesuatu apapun yang mendahului-Nya?"

"Baiklah, sekarang di manakah Alloh berada? Sesuatu yang berwujud pasti membutuhkan tempat, bukan?" lanjut si ilmuwan.

"Anda tahu susu?" tanya Abu Hanifah.

"Iya, saya tahu," jawab si ilmuwan.

"Apakah di dalam susu terdapat keju?"

"Ya, tentu."

"Kalau begitu, coba perlihatkan di mana tempat keju itu sekarang!"

"Jelas tidak ada tempat khusus. Keju itu bercampur dengan susu di seluruh bagiannya," jawab si ilmuwan dengan semangat.

"Nah, keju saja tidak mempunyai tempat khusus di dalam susu. Tidak sepatutnya anda meminta saya untuk menunjukkan tempat Alloh berada."

"Tolong jelaskan Dzat Allloh. Apakah wujud Alloh itu benda padat seperti batu, benda cair seperti susu, ataukah seperti gas?"

"Anda pernah mendampingi orang sakit yang akan meninggal?"

"Pernah."

"Awalnya, orang sakit itu bisa berbicara dan bisa menggerakkan anggota badannya, bukan?"

"Ya, memang demikian halnya."

"Tetapi, kenapa tiba-tiba orang sakit itu diam tidak bergerak? Apa yang menyebabkan hal itu?"

"Jelas itu karena ruh orang tersebut telah berpisah dari tubuhnya."

" Sewaktu ruh itu keluar, apakah anda masih disana?"

"Saya masih di sana"

"Coba jelaskan, apakah ruh orang tersebut benda padat, cair, atau gas?"

"Wah, kalau itu saya tidak tahu."

"Anda sendiri tidak dapat menerangkan bentuk ruh, apakah saya harus menerangkan Dzat Alloh yang menciptakan ruh."

"Lazimnya, sesuatu itu mempunyai arah. Kemanakah Alloh menghadapkan wajahnya sekarang?" tanya si ilmwuan lagi.

"Apabila anda menyalakan lampu, kearah manakah cahaya lampu itu menghadap?"

"Cahayanya menghadap ke semua arah."

"Lampu yang buatan manusia saja seperti itu, apalagi dengan Alloh Sang Pencipta alam semesta. Alloh adalah cahaya langit dan bumi."

"Ada awal dan ada akhir. Seseorang masuk surga itu ada awalnya, tetapi kenapa tidak ada akhirnya? Mengapa surga dan penghuninya itu kekal abadi?" kata si ilmuwan melanjutkan pertanyaannya.

"Untuk hal itu, anda bisa membandingkannya dengan perhitungan angka. Angka itu ada awalnya, tetapi tidak ada akhirnya."

"Terus bagaimana pula para penghuni surga itu makan dan minum tanpa buang hajat?"

"Ini pernah anda alami sewaktu di dalam rahim ibu. Selama sembilan bulan anda makan dan minum tanpa pernah buang hajat. Anda baru buang air besar dan buang air kecil beberapa saat setelah terlahir ke dunia."

"Tolong jelaskan, bagaimana kenikmatan surga itu bisa terus bertambah tanpa ada habisnya!"

"Ada banyak hal yang semacam itu di dunia. Misalnya, ilmu. Ilmu tidak akan habis atau berkurang ketika dimanfaatkan, malah semakin bertambah."

"Jika segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa pekerjaan Alloh sekarang?"

"Sejak tadi anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya hanya menjawab dari atas lantai masjid ini. Kali ini untuk menjawab pertanyaan anda. saya mohon anda turun dari mimbar. Saya akan menjawab pertanyaan anda tadi di mimbar."

Kemudian si ilmuwan turun dari mimbar, sementara itu Abu Hanifah naik ke mimbar.

"Saudara-saudara, dari atas mimbar ini saya akan menjawab pertanyaan tadi. Bisa anda ulang pertanyaannya?" tutur Abu Hanifah setelah berada di atas mimbar masjid.

"Apa pekerjaan Alloh sekarang?" kata si ilmuwan menyebutkan inti pertanyaan.

"Pekerjaan Alloh tentu saja berbeda dari pekerjaan makhluk. Ada pekerjaan-Nya yang bisa dijelaskan, dan ada pula yang tidak bisa dijelaskan. Pekerjaan Alloh sekarang adalah menurunkan orang kafir seperti anda dari atas mimbar, kemudian menaikkan seseorang Mukmin ke atasnya. Seperti itulah gambaran pekerjaan Alloh setiap waktu."

Akhirnya, hadirin yang ada di dalam masjid merasa puas dengan jawaban-jawaban Abu Hanifah. Jelas, lugas, tegas, dan mudah dipahami, bahkan oleh orang awam sekalipun.


(sumber: buku "Like Father Like Son" )

Monday, August 16, 2010

Akibat Dengki

Dahulu, ada sebuah kerajaan yang memiliki penasehat kerajaan yang sangat bijak. Penasehat ini sering memberikan masukan-masukan yang bijaksana kepada raja dalam mengambil keputusan atas segala persoalan negara. Atas kecerdasannya tersebut, penasehat ini sangat dekat dengan rajanya. Raja pun sering memberikan hadiah kepada penasehat ini. Melihat kedekatan penasehat ini dengan rajanya, ada seorang pemuda abdi kerajaan merasa iri dengan situasi tersebut. Melihat kedekatan penasehat kerajaan dengan raja tersebut, pemuda ini menyusun rencana jahat untuk menjauhkan raja dengan penasehat tersebut.
Suatu hari, setelah penasehat raja ini berdiskusi dengan sang raja, begitu penasehat ini meninggalkan kerajaan, pemuda ini menghadap raja dan dia berkata: "Wahai raja, sesungguhnya penasehatmu itu adalah orang yang tidak baik, dia adalah orang yang selalu menghina raja."
Raja berkata: "Wahai pemuda, apa yang membuatmu berkata seperti itu? Sampai saat ini aku mendapati dia adalah seorang penasehat yang bijak, dan cerdas pemikirannya. Kalau kamu memang orang yang benar perkataannya, buktikan apa yang kamu ucapkan tersebut."
Kemudian pemuda ini berkata: "Baiklah raja, saya akan buktikan kepada raja kalau dia adalah orang yang menghina raja. Besok siang cobalah raja meminta penasehat raja tersebut untuk mendekat dengan raja. Niscaya dia akan meletakkan salah satu tangannya untuk menutupi mulut dan hidungnya, karena dia menganggap bau badan raja itu tidak enak."
Raja berkata: "Baiklah, besok saya akan mencoba membuktikan perkataan anda"
Keesokan harinya, pagi hari, penasehat raja ini mendapatkan undangan jamuan makan dari pemuda yang memiliki sifat dengki tersebut. Dalam undangan tersebut menyebutkan kalau dia benar-benar mengharapkan kehadiran sang penasehat raja. Akhirnya, penasehat ini memenuhi undangan sang pemuda untuk makan di rumahnya. Ternyata sampai di rumah sang pemuda, semua hidangan yang disajikan dalam acara makan tersebut adalah hidangan yang dibuat dari bahan-bahan makanan yang mempunyai sifat bau tidak sedap. Dan mau tidak mau penasehat ini harus menyantabnya. Setelah dari undangan makanan tersebut, sang penasehat mendapat panggilan dari raja untuk segera menghadap. Maka penasehat ini segera menghadap kepada raja. Sesampainya di istana kerajaan, sang penasehat diminta untuk mendekat kepada raja. Karena merasa bau mulutnya tidak enak (karena hidangan tadi) dan takut mengganggu kenyamanan raja, maka penasehat ini menutup mulutnya dengan sebelah tangan ketika mendekat ke raja. Melihat tingkah laku penasehat ini, sang raja berfikir "berarti benar apa yang dikatakan pemuda kemarin, penasehat ini menghina saya dengan menutup mulut dan hidungnya ketika mendekat denganku. Dikiranya bau badanku tidak enak"
Tiba-tiba raja menuliskan sebuah surat, dan memasukkan surat tersebut ke dalam amplop, dan memberikan surat tersebut kepada sang penasehat ini, dan berkata: "Wahai penasehatku, saya ingin memberikan hadiah kepadamu karena engkau sering membantu dalam memikirkan permasalahan kerajaan. Ini saya beri kamu surat, bawalah surat ini dan berikan kepada penjaga gudang yang ada disana, dan ambillah hadiahmu disana. Ingat, jangan kamu buka surat ini, biarkan penjaga gudang yang membukanya."
Dengan wajah gembira, sang penasehat ini berjalan menuju gudang untuk mengambil hadiah yang dijanjikan raja. Sewaktu dijalan, dia bertemu dengan pemuda yang mengundangnya makan tadi pagi. Dan pemuda tersebut bertanya kepada penasehat tersebut: "Wahai penasehat raja, mengapa kamu terlihat sangat gembira sekali? apa yang kamu dapatkan dari raja?"
Penasehat itu menjawab: "Wahai saudaraku, aku akan diberikan hadiah oleh raja, dan aku akan mengambilnya digudang dengan surat ini."
Mendengar jawaban penasehat ini, sang pemuda makin geram, kedengkiannya semakin memuncak, dan dia merebut surat tersebut dari tangan penasehat, dan berkata: "Wahai penasehat raja, berikan surat itu kepadaku!"
Penasehat menjawab: "Tidak, hadiah itu milikku, raja memberikannya untukku, bukan untukmu!"
Pemuda: "Bukankah kamu sudah sering mendapatkan hadiah dari raja? Apakah kamu tidak mau berbagi hadiah raja untukku?"
Penasehat: "Kalau begitu baiklah, ambilah hadiah tersebut. Mungkin suatu saat raja memberikan hadiah yang lain untukku."
Dengan gembira akhirnya pemuda tadi mengantarkan surat tersebut kepada penjaga gudang milik raja.
sesampainya di gudang, pemuda ini memberikan surat tersebut kepada penjaga gudang. Setelah membaca surat tersebut, dengan serta merta penjaga gudang mencabut pedang dan menebas leher pemuda yang membawa surat raja tadi. Ternyata isi surat itu merupakan perintah raja kepada penjaga gudang untuk memenggal kepala orang yang membawa surat ini, dan kemudian memperlihatkan kepalanya ke hadapan raja, untuk memastikan kalau dia sudah terbunuh.
Setelah kepalanya diperlihatkan, raja kaget. Mengapa malah pemuda ini yang dibunuh, bukankah yang saya maksud adalah sang penasehat. Akhirnya raja memerintahkan penasehat untuk menghadap.
Raja: "Wahai penasehat, seharusnya kamu yang mati. Tapi mengapa malah pemuda ini yang meninggal?"
Penasehat: "Wahai raja, apa yang membuatmu ingin membunuhku?"
Raja: "Kamu adalah orang yang menghina saya. Mengapa kamu menutup mulut dan hidungmu dengan sebelah tanganmu ketika mendekat kepadaku? Kamu pikir bau badan saya tidak enak?"
Penasehat: "Tidak raja, saya menutup mulut saya karena saya baru saja dari jamuan yang disediakan oleh pemuda ini, dan bau mulut saya kurang enak, jadi saya menutup mulut saya karena saya khawatir kalau nanti mengganggu kenyamanan raja"
Raja: "Jika memang begitu ceritanya, maka sesungguhnya pemuda ini adalah orang yang ingin mencelakakan kamu. Lalu bagaimana ceritanya surat tersebut sampai jatuh ketangan pemuda ini?"
Penasehat: "Waktu ditengah perjalanan ke gudang, saya bertemu dengan dia, dan dia merebut surat ini dari tanganku, dan berniat untuk memiliki hadiah yang raja janjikan wakti itu."
Raja: "Wahai penasehatku, sesungguhnya aku telah berbuat dholim. Dan kamu telah diselamatkan dari peristiwa ini. Dan pemuda ini sudah selayaknya untuk dipenggal."

Saat ini Kita Adalah Raja

Dahulu ada satu negeri muslim yang sangat aman, rakyatnya makmur dan sentosa. Hal ini karena negeri itu diperintah oleh seorang Raja yang adil, bijak dan tidak korup. Raja ini selalu memperhatikan dan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Dia senantiasa bertanya kepada Para Mentrinya mengenai keadaan rakyatnya dan selalu diterima laporan bahwa rakyatnya makmur, sehat dan aman.Suatu malam Sang Raja ingin keliling negeri melihat langsung kondisirakyatnya. Dengan ditemani beberapa orang Mentri dan Pembantunya, Sang Raja secara diam-diam pergi keliling negeri.

Di suatu rumah Sang Raja mendengar rintihan seorang pemuda yang kelaparan. Si Ibu dengan suara lemah mengatakan kepada anaknya bahwa dia sudah tidak memiliki lagi persediaan makanan.Sang Raja mendengar itu langsung bertanya kepada Mentrinya bagaimana hal ini bisa terjadi? Setelah tanya jawab dengan Para Mentri dan Pembantunya, mereka sepakat untuk secara diam-diam membawa sang anak ke istana malam itu juga dan mengangkatnya menjadi Raja selama sehari besok saja. Mereka menunggu hingga si anak tertidur, setelah itu secara diam-diam beberapa Pembantu Istana membawa si anak yang masih tertidur, tanpa diketahui oleh si Ibu maupun anak.Di istana si anak di tidurkan dalam kamar tidur yang besar dan mewah. Pagi harinya ketika terbangun dari tidurnya si anak heran, dimanakah dia berada? Segera beberapa pembantu istana menjelaskan bahwa dia saat ini di istana kerajaan dan diangkat menjadi Raja.

Para Pembantu istana sibuk melayaninya.Sementara itu di tempat terpisah si ibu kebingungan dan cemas karena dia mendapati anaknya hilang dari rumahnya. Di carinya kemana-mana tapi sang anak pujaan hati tetap tak ditemukannya. Siang harinya sambil menangis dan bercucuran air mata si ibu pergi ke istana Raja untuk meminta bantuan mencari anaknya ke pelosok negeri. Di gerbang istana si ibu tertahan oleh Para Penjaga istana dan tidak diijinkan untuk bertemu dengan Raja.

Namun demikian, seorang Penjaga itu masuk ke dalam dan memberi tahu kepada Sang Raja (Pemuda yang baru diangkat jadi raja) bahwa di luar istana ada seorang ibu tua lusuh dan kelaparan yang sedang mencari anaknya yang hilang. Sang Raja kemudian memerintahkan untuk mensedekahkan satu karung beras kepada ibu tua miskin tersebut. Malam harinya Sang Raja tidur kembali di kamarnya yang megah dan mewah.Tengah malam sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Sang Raja yang asli dengan Para Pembantunya secara diam-diam kembali memindahkan pemuda yang sedang tidur lelap itu kembali ke rumah ibunya.

Esok pagi si ibu sangat gembira karena telah menemukan kembali anaknya yang hilang kemarin. Sebaliknya si Pemuda heran kenapa dia ada disini kembali. Si ibu bercerita bahwa kemarin dia mencarinya kesana-kemari hingga pergi ke istana untuk minta bantuan, dan pulangnya dia diberi oleh Raja sekarung beras. Si Anak segera menyadari bahwa dia kemarin yang memberi sekarung beras itu. Kemudian bergegas dia pergi ke istana dan menghadap Raja, minta diangkat kembali menjadi raja. Sang Raja segera menolak dengan mengatakan bahwa waktu/kesempatannya menjadi raja sudah habis.

Si Pemuda tetap memohon, bahkan kalau perlu diangkat menjadi raja setengah hari saja. Jika dia menjadi raja, dia ingin mengirim beras ke ibunya lebih banyak lagi, tidak hanya sekarung seperti kemarin. Sang Raja tetap menolak permohonan pemudam itu. Sambil menghiba-hiba Pemuda itu minta hanya sejam saja bahkan beberapa menit saja, tetapi Sang Raja tetap menolak dengan alasan waktumu menjadi raja sudah habis.

Dengan perasaan sangat menyesal dan menangis si Pemuda pulang kembali ke rumah gubuknya dan melihat hanya ada sekarung beras di rumahnya, yang sebentar lagi juga habis dimakan mereka berdua. Dia sangat menyesal mengapa waktu dia menjadi raja dia tidak mengirim beras banyak-banyak ke ibunya itu. Kini kesempatan itu telah hilang dan tak akan kembali.

Itulah kisah yang menganalogikan bagaimana nanti orang-orang kafir dan orang-orang berdosa lainnya menyesal di yaumil akhir. Mereka menghiba-hiba kepada Allah swt "...dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" (Al A'raaf:53).Tetapi Allah tetap menolak dengan alasan waktumu telah habis. Para pendosa itu sangat menyesali hidupnya di dunia dulu.

Kenapa dia sangat kikir dulu, seandainya dia dermawan maka tidak hanya sekarung beras yang dia kirim tetapi mungkin berton-ton beras yang dia kirim.

Karena kiriman beras itu bukan untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri. Allah swt mengatakan:"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri"(Muhammad:38).

Beras itulah pahala, oleh karena itu gunakanlah waktu kita saat hidup di dunia ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup kita di yaumil akhir kelak.

Mumpung kita masih hidup di dunia yang diibaratkan kisah diatas kita saat ini masih menjadi Raja yang tinggal di istana. Anda saat ini adalah seorang Raja!! Gunakan kesempatan ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya.

Jangan sia-siakan waktu anda untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.Allah swt telah memperingatkan kita untuk menggunakan waktu inisebaik-baiknya dalam Surat Al Ashr: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".Rasulullah saw pernah ditanya siapakah orang yang paling pintar itu? Beliau menjawab bahwa orang yang paling pintar adalah orang yang banyak mengingat kematian dan dia mempersiapkan kematiannya itu sebaik-baiknya.

Orang kafir adalah "orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka" (Al-A'raaf : 51)

Thursday, February 11, 2010

VALENTINE...???

Kata "Valentine's Day" (yang biasa dirayakan setiap tgl 14 Februari) sebenarnya diambil dari seorang tokoh agama katolik (St. Valentine) yang sudah dianggap "salaf" (kalau dalam Islam) pada zaman Romawi.

Cerita ini berawal dari raja Claudius II (268 - 270 M), mempunyai peraturan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.

Sedangkan Valentine adalah tokoh yang paling gigih menentang peraturan itu. Singkat cerita, Valentine dihukum dan meninggal karena membela hak-hak manusia (pemuda-pemudi terutama) untuk saling mencintai.
Dan untuk mengenang keberaniannya dalam membela cinta tersebut, maka para pengikutnya (nasrani) memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Namun manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine sebagai pesta jamuan kasih sayang, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah), memberikan coklat untuk pasangannya sebagai ungkapan kasih sayang (apa hubungannya coba coklat sama kasih sayang??) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya. Bahkan lebih parah lagi hari Valentine dikenal sebagai hari kasih sayang yang sebenarnya (menurut saya) lebih dekat dengan hari kemaksiatan..!!

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam? Maka berpikir dah sadarlah sodaraku...


“ Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Sunday, October 25, 2009

Kisah Seorang Pengembara

Alkisah, ada seorang pengembara sedang berjalan menuju kota yang akan dia singgahi.

Pada suatu hari, dia melewati sebuah perkampungan. Salah satu penduduk kampung bertanya kepada pengembara:
"Mau kemanakah wahai saudaraku?"
Pengembara:
"Saya akan menuju kota. Dapatkah anda memberitahuku ke arah mana saya harus berjalan?"
Penduduk kampung:
"Anda jalan terus saja ke depan, nanti anda akan menemukan pertigaan. Dipertigaan itu anda akan bertemu dengan 2 orang saudara kembar. Satu diantara mereka adalah orang yang jujur, dan yang satunya lagi adalah pembohong. Dan saya tidak bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang tidak. Silahkan anda bertanya kepada salah satu dari mereka mana jalan yang menuju kota. Dan kedua saudara kembar itu hanya mau menjawab satu kali pertanyaan saja."

Bagaimana cara pengembara untuk bisa sampai ke kota yang dia tuju?

Pertanyaan apa yang harus dia tanyakan kepada salah satu saudara kembar tadi agar dia bisa sampai pada kota yang dia tuju, padahal dia tidak tahu mana yang jujur dan mana yang tidak jujur, dan dia hanya mempunyai satu kali kesempatan bertanya?

Saturday, September 5, 2009

Na'udzubillah..

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."


Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Thursday, August 27, 2009

PEREMPUAN SEJATI

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari apa yang sering lisannya bicarakan.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertaruhkan kehormatannya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Saturday, July 11, 2009

Mari Belajar Ilmu Ikhlas

Waaa... udah lama gak posting blog...!. Minggu-minggu ini pikiranku buntu, gak punya ide, jadi bingung mau nulis apa di blog. Kegiatan setiap hari cuma baca buku dan belajar software lewat tutorial. Sekarang saya lagi baca buku Three Cups of Tea, kisah nyata tentang seorang pendaki gunung yang berusaha menaklukan gunung tertinggi ke dua didunia di pegunungan Himalaya. Di tengah usaha pendakiannya, dia tersesat dan hampir meninggal karena cuaca yang sangat ekstrim di daerah pegunungan itu. Sampai akhirnya dia di selamatkan oleh sekelompok orang di sebuah desa terpencil, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta. Di desa itu dia melihat semangat belajar yang luar biasa pada anak-anak yang tinggal di desa tersebut. Meskipun mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin di luar. Melihat keadaan itu dia berkata "Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini. Aku berjanji." Tapi posting saya kali ini tidak akan membahas tentang isi buku tersebut, karena saya sendiri belum selesai membacanya.
Kali ini saya akan membahas sedikit tentang ilmu ikhlas. Beberapa hari yang lalu saya menuliskan status di facebook "ternyata belajar ilmu ikhlas itu susah ya...". Ternyata banyak tanggapan yang menurut saya menarik, dan saya putuskan untuk menulisnya di blog. Ada yang menanggapinya dengan guyonan ("lebih susah lg belajar ilmu santet...wkwkwk"), ada yang setuju sama statusku itu, ada juga yang malah memberikan semangat, bahkan ada yang menuliskan hadist yang membahas tentang rasa ikhlas. Dan ada juga yang mengatakan "ikhlas dengan merelakan semua yang terjadi tanpa ada komentar dan... ikhlas sulit di artikan". Kalau menurutku komentar yang terakhir itu sebenarnya sudah menjawab arti ikhlas itu sendiri. Merelakan semua yang terjadi / merelakan sesuatu yang kita cintai tanpa ada komentar. Ikhlas adalah permainan hati, jadi agak susah untuk di deskripsikan secara jelas. Dan seorang sahabat dekat saya juga berkomentar lewat chatting, kalau ikhlas itu kadang harus dipaksain dulu. Saya pikir bener juga. Kadang kita lebih susah mempersiapkan diri untuk bisa ikhlas. Tetapi kalau sesuatu itu sudah terjadi, kita akan lebih mudah untuk bisa mengikhlaskan sesuatu tersebut.
Namun dari sekian banyak komentar, ada satu sahabat yang mencoba menanggapinya lewat chatting, yang menurut saya paling menarik. Bahkan terjadi perdebatan kecil tentang pembahasan ilmu ikhlas. Pertama dia mengatakan "iya po?". Artinya dia mulai meragukan apakah benar ilmu ikhlas itu susah. Ada dua kemungkinan di sini; 1. Dia orang yang selalu istiqomah, sehingga bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik dalam keadaan apapun. 2. Dia tidak mengerti maksud dari status saya tersebut. Saya menulis status itu dari pengalaman saya sendiri, dan juga terinspirasi dari film "Kiamat Sudah Dekat". Di film ini di ceritakan tentang seorang rocker yang mencintai putri seorang kiai. Dalam usaha mendekati putri kiai, si rocker akhirnya belajar agama lebih dalam bersama teman-temannya dan keluarganya. Bahkan yang tadinya tidak bisa sholat jadi bisa sholat, yang tadinya tidak bisa membaca Al-Qur'an jadi bisa membaca Al-Qur'an. Dan akhirnya si rocker ini memberanikan diri untuk menemui sang kiai dan menyatakan berniat untuk melamar putri sang kiai tersebut. Sang kiai hanya mengatakan, "kamu harus menguasai ilmu ikhlas". Dan di akhir cerita, akhirnya putri kiai tersebut di lamar oleh seorang lulusan universitas di Kairo Mesir. Dan si rocker tersebut sangat sedih mendengarnya. Tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia merasa bahwa putri seorang kiai memang pantas mendapatkan jodoh yang seperti itu (lulusan universitas di Kairo Mesir). Dan dia menyatakan langsung kepada kiai bahwa dia ikhlas melepaskan putri sang kiai untuk dinikahi oleh orang lain yang dia anggap lebih pantas dan lebih baik daripada dirinya. Secara tidak sadar si rocker tersebut telah menguasai ilmu ikhlas itu dengan baik. Dan sang kiai akhirnya memilih si rocker untuk menjadi menantunya. Saya pikir cerita ini sangat memberikan pembelajan kepada kita tentang hakikat ilmu ikhlas. Tidak semua orang bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik ketika di hadapkan pada peristiwa seperti contoh di atas.
Kembali ke sahabat tadi yang meragukan akan susahnya ilmu ikhlas. Kemudian sahabat saya tadi menanyakan, apakah yang di maksud ilmu ikhlas di status saya itu tentang sedekah? Saya jawab; bukan, sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas. Mendengar jawaban saya itu sahabat saya itu protes, dia mengatakan, ada tiga amalan yang tidak terputus, yaitu: doa anak yang sholeh, amal jariah (sedekah), dan ilmu yang bermanfaat. Dan jawaban saya tadi seolah-olah sangat meremehkan arti dari sedekah. Maksud dari jawaban saya tadi _"sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas"_ itu artinya bahwa banyak orang yang mudah merasa ikhlas untuk melakukan amalan ini, _terlepas dari seberapa banyak dan seberapa sering orang tersebut melakukan sedekah_. Ya meskipun saya yakin ada beberapa orang yang masih berat melakukan sedekah karena penyakit kikir yang sudah kronis, atau melakukan sedekah tetapi mengharapkan sesuatu. Saya mengatakan sedekah baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas karena saya melihat sedekah ini dari sudut pandang keikhlasan ketika melakukan amalan tersebut. Bukan meremehkan dari sudut pandang agama.
Yang saya maksud ilmu ikhlas pada status saya di facebook tersebut itu adalah seperti cerita di film kiamat sudah dekat yang saya ceritakan di atas, bukan sedekah. Dan saya tidak pernah meremehkan sedekah itu dari sudut pandang agama. Sedekah itu penting, karena sedekah termasuk amalan yang tidak terputus.

Friday, June 19, 2009

Cinta...???

Allah swt. menciptakan manusia itu berpasang-pasangan, dan untuk saling mencintai. Orang bilang cinta itu fitrah. Perasaan cinta itu anugerah yang di berikan Allah swt. kepada manusia. Namun seseorang pernah secara tidak langsung memberikan nasihat kalau rasa cinta ini juga bisa menjadi petaka bagi manusia, yaitu ketika rasa cinta terhadadap lawan jenis atau sesuatu hal, lebih besar dari pada cinta terhadap Allah swt. Lama aku berusaha memahami kalimat itu. Beberapa hari aku masih berfikir kalau cinta terhadap lawan jenis atau sesuatu hal itu berbeda dengan cinta terhadap Allah swt. Ternyata tidak, kita tidak bisa pungkiri, kalau sesuatu yang paling sering muncul dan mengganggu pikiran kita bisa jadi itulah sesuatu yang paling kita cintai. Kita sebagai manusia seharusnya lebih sering mengingat Allah swt. daripada mengingat yang lain. Itu artinya, kita harus mencintai Allah swt. dan menempatkan rasa cinta itu pada prioritas yang paling utama dalam pikiran kita. Kalau ada sesuatu hal (selain Allah) yang sering menggangu pikiran kita, hati-hati, mungkin ada sesuatu yang lebih kita cintai selain Allah swt. Naudzubillah. Jangan sampai itu terjadi pada kita. Dan satu keuntungan yang tidak bisa di tawar lagi kalau kita mencintai Allah swt. lebih dari apapun, yaitu rasa tenang, tentram dalam hati, tidak ada kekhawatiran sedikitpun tentang segala hal. Karena dengan mencintai Allah swt., maka do'a kita akan di kabulkan olehNya, urusan kita dipermudah, langkah kita terjaga pada jalan yang benar, dan kita akan mendapatkan surganya Allah swt. Dan kupikir itu adalah nikmat yang sangat besar yang di berikan oleh Allah swt. kepada manusia yang mencintai Allah swt. lebih dari apapun.
Ya Allah, di dalam sujud malamku aku mulai menyadari kesalahanku, ampunilah hamba. Aku hanya ingin mencintai seseorang atas dasar cinta terhadapMu ya Allah, aku hanya ingin mencintai sesuatu atas dasar cinta terhadapMu ya Allah. Berilah hamba petunjukMu, dekatkanlah hamba pada golongan orang-orang yang selalu bersyukur kepadaMu ya Allah, golongan yang saling mengajak pada kebaikan dan saling mengingatkan pada kemungkaran.
Amiin...

real flow trailer

 

iyez.arch. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com