Monday, August 16, 2010

Saat ini Kita Adalah Raja

Dahulu ada satu negeri muslim yang sangat aman, rakyatnya makmur dan sentosa. Hal ini karena negeri itu diperintah oleh seorang Raja yang adil, bijak dan tidak korup. Raja ini selalu memperhatikan dan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Dia senantiasa bertanya kepada Para Mentrinya mengenai keadaan rakyatnya dan selalu diterima laporan bahwa rakyatnya makmur, sehat dan aman.Suatu malam Sang Raja ingin keliling negeri melihat langsung kondisirakyatnya. Dengan ditemani beberapa orang Mentri dan Pembantunya, Sang Raja secara diam-diam pergi keliling negeri.

Di suatu rumah Sang Raja mendengar rintihan seorang pemuda yang kelaparan. Si Ibu dengan suara lemah mengatakan kepada anaknya bahwa dia sudah tidak memiliki lagi persediaan makanan.Sang Raja mendengar itu langsung bertanya kepada Mentrinya bagaimana hal ini bisa terjadi? Setelah tanya jawab dengan Para Mentri dan Pembantunya, mereka sepakat untuk secara diam-diam membawa sang anak ke istana malam itu juga dan mengangkatnya menjadi Raja selama sehari besok saja. Mereka menunggu hingga si anak tertidur, setelah itu secara diam-diam beberapa Pembantu Istana membawa si anak yang masih tertidur, tanpa diketahui oleh si Ibu maupun anak.Di istana si anak di tidurkan dalam kamar tidur yang besar dan mewah. Pagi harinya ketika terbangun dari tidurnya si anak heran, dimanakah dia berada? Segera beberapa pembantu istana menjelaskan bahwa dia saat ini di istana kerajaan dan diangkat menjadi Raja.

Para Pembantu istana sibuk melayaninya.Sementara itu di tempat terpisah si ibu kebingungan dan cemas karena dia mendapati anaknya hilang dari rumahnya. Di carinya kemana-mana tapi sang anak pujaan hati tetap tak ditemukannya. Siang harinya sambil menangis dan bercucuran air mata si ibu pergi ke istana Raja untuk meminta bantuan mencari anaknya ke pelosok negeri. Di gerbang istana si ibu tertahan oleh Para Penjaga istana dan tidak diijinkan untuk bertemu dengan Raja.

Namun demikian, seorang Penjaga itu masuk ke dalam dan memberi tahu kepada Sang Raja (Pemuda yang baru diangkat jadi raja) bahwa di luar istana ada seorang ibu tua lusuh dan kelaparan yang sedang mencari anaknya yang hilang. Sang Raja kemudian memerintahkan untuk mensedekahkan satu karung beras kepada ibu tua miskin tersebut. Malam harinya Sang Raja tidur kembali di kamarnya yang megah dan mewah.Tengah malam sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Sang Raja yang asli dengan Para Pembantunya secara diam-diam kembali memindahkan pemuda yang sedang tidur lelap itu kembali ke rumah ibunya.

Esok pagi si ibu sangat gembira karena telah menemukan kembali anaknya yang hilang kemarin. Sebaliknya si Pemuda heran kenapa dia ada disini kembali. Si ibu bercerita bahwa kemarin dia mencarinya kesana-kemari hingga pergi ke istana untuk minta bantuan, dan pulangnya dia diberi oleh Raja sekarung beras. Si Anak segera menyadari bahwa dia kemarin yang memberi sekarung beras itu. Kemudian bergegas dia pergi ke istana dan menghadap Raja, minta diangkat kembali menjadi raja. Sang Raja segera menolak dengan mengatakan bahwa waktu/kesempatannya menjadi raja sudah habis.

Si Pemuda tetap memohon, bahkan kalau perlu diangkat menjadi raja setengah hari saja. Jika dia menjadi raja, dia ingin mengirim beras ke ibunya lebih banyak lagi, tidak hanya sekarung seperti kemarin. Sang Raja tetap menolak permohonan pemudam itu. Sambil menghiba-hiba Pemuda itu minta hanya sejam saja bahkan beberapa menit saja, tetapi Sang Raja tetap menolak dengan alasan waktumu menjadi raja sudah habis.

Dengan perasaan sangat menyesal dan menangis si Pemuda pulang kembali ke rumah gubuknya dan melihat hanya ada sekarung beras di rumahnya, yang sebentar lagi juga habis dimakan mereka berdua. Dia sangat menyesal mengapa waktu dia menjadi raja dia tidak mengirim beras banyak-banyak ke ibunya itu. Kini kesempatan itu telah hilang dan tak akan kembali.

Itulah kisah yang menganalogikan bagaimana nanti orang-orang kafir dan orang-orang berdosa lainnya menyesal di yaumil akhir. Mereka menghiba-hiba kepada Allah swt "...dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" (Al A'raaf:53).Tetapi Allah tetap menolak dengan alasan waktumu telah habis. Para pendosa itu sangat menyesali hidupnya di dunia dulu.

Kenapa dia sangat kikir dulu, seandainya dia dermawan maka tidak hanya sekarung beras yang dia kirim tetapi mungkin berton-ton beras yang dia kirim.

Karena kiriman beras itu bukan untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri. Allah swt mengatakan:"Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri"(Muhammad:38).

Beras itulah pahala, oleh karena itu gunakanlah waktu kita saat hidup di dunia ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup kita di yaumil akhir kelak.

Mumpung kita masih hidup di dunia yang diibaratkan kisah diatas kita saat ini masih menjadi Raja yang tinggal di istana. Anda saat ini adalah seorang Raja!! Gunakan kesempatan ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya.

Jangan sia-siakan waktu anda untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.Allah swt telah memperingatkan kita untuk menggunakan waktu inisebaik-baiknya dalam Surat Al Ashr: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".Rasulullah saw pernah ditanya siapakah orang yang paling pintar itu? Beliau menjawab bahwa orang yang paling pintar adalah orang yang banyak mengingat kematian dan dia mempersiapkan kematiannya itu sebaik-baiknya.

Orang kafir adalah "orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka" (Al-A'raaf : 51)

Thursday, February 11, 2010

VALENTINE...???

Kata "Valentine's Day" (yang biasa dirayakan setiap tgl 14 Februari) sebenarnya diambil dari seorang tokoh agama katolik (St. Valentine) yang sudah dianggap "salaf" (kalau dalam Islam) pada zaman Romawi.

Cerita ini berawal dari raja Claudius II (268 - 270 M), mempunyai peraturan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.

Sedangkan Valentine adalah tokoh yang paling gigih menentang peraturan itu. Singkat cerita, Valentine dihukum dan meninggal karena membela hak-hak manusia (pemuda-pemudi terutama) untuk saling mencintai.
Dan untuk mengenang keberaniannya dalam membela cinta tersebut, maka para pengikutnya (nasrani) memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Namun manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine sebagai pesta jamuan kasih sayang, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah), memberikan coklat untuk pasangannya sebagai ungkapan kasih sayang (apa hubungannya coba coklat sama kasih sayang??) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya. Bahkan lebih parah lagi hari Valentine dikenal sebagai hari kasih sayang yang sebenarnya (menurut saya) lebih dekat dengan hari kemaksiatan..!!

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam? Maka berpikir dah sadarlah sodaraku...


“ Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Sunday, October 25, 2009

Kisah Seorang Pengembara

Alkisah, ada seorang pengembara sedang berjalan menuju kota yang akan dia singgahi.

Pada suatu hari, dia melewati sebuah perkampungan. Salah satu penduduk kampung bertanya kepada pengembara:
"Mau kemanakah wahai saudaraku?"
Pengembara:
"Saya akan menuju kota. Dapatkah anda memberitahuku ke arah mana saya harus berjalan?"
Penduduk kampung:
"Anda jalan terus saja ke depan, nanti anda akan menemukan pertigaan. Dipertigaan itu anda akan bertemu dengan 2 orang saudara kembar. Satu diantara mereka adalah orang yang jujur, dan yang satunya lagi adalah pembohong. Dan saya tidak bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang tidak. Silahkan anda bertanya kepada salah satu dari mereka mana jalan yang menuju kota. Dan kedua saudara kembar itu hanya mau menjawab satu kali pertanyaan saja."

Bagaimana cara pengembara untuk bisa sampai ke kota yang dia tuju?

Pertanyaan apa yang harus dia tanyakan kepada salah satu saudara kembar tadi agar dia bisa sampai pada kota yang dia tuju, padahal dia tidak tahu mana yang jujur dan mana yang tidak jujur, dan dia hanya mempunyai satu kali kesempatan bertanya?

Saturday, September 5, 2009

Na'udzubillah..

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."


Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Thursday, August 27, 2009

PEREMPUAN SEJATI

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari apa yang sering lisannya bicarakan.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertaruhkan kehormatannya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Saturday, July 11, 2009

Mari Belajar Ilmu Ikhlas

Waaa... udah lama gak posting blog...!. Minggu-minggu ini pikiranku buntu, gak punya ide, jadi bingung mau nulis apa di blog. Kegiatan setiap hari cuma baca buku dan belajar software lewat tutorial. Sekarang saya lagi baca buku Three Cups of Tea, kisah nyata tentang seorang pendaki gunung yang berusaha menaklukan gunung tertinggi ke dua didunia di pegunungan Himalaya. Di tengah usaha pendakiannya, dia tersesat dan hampir meninggal karena cuaca yang sangat ekstrim di daerah pegunungan itu. Sampai akhirnya dia di selamatkan oleh sekelompok orang di sebuah desa terpencil, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta. Di desa itu dia melihat semangat belajar yang luar biasa pada anak-anak yang tinggal di desa tersebut. Meskipun mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin di luar. Melihat keadaan itu dia berkata "Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini. Aku berjanji." Tapi posting saya kali ini tidak akan membahas tentang isi buku tersebut, karena saya sendiri belum selesai membacanya.
Kali ini saya akan membahas sedikit tentang ilmu ikhlas. Beberapa hari yang lalu saya menuliskan status di facebook "ternyata belajar ilmu ikhlas itu susah ya...". Ternyata banyak tanggapan yang menurut saya menarik, dan saya putuskan untuk menulisnya di blog. Ada yang menanggapinya dengan guyonan ("lebih susah lg belajar ilmu santet...wkwkwk"), ada yang setuju sama statusku itu, ada juga yang malah memberikan semangat, bahkan ada yang menuliskan hadist yang membahas tentang rasa ikhlas. Dan ada juga yang mengatakan "ikhlas dengan merelakan semua yang terjadi tanpa ada komentar dan... ikhlas sulit di artikan". Kalau menurutku komentar yang terakhir itu sebenarnya sudah menjawab arti ikhlas itu sendiri. Merelakan semua yang terjadi / merelakan sesuatu yang kita cintai tanpa ada komentar. Ikhlas adalah permainan hati, jadi agak susah untuk di deskripsikan secara jelas. Dan seorang sahabat dekat saya juga berkomentar lewat chatting, kalau ikhlas itu kadang harus dipaksain dulu. Saya pikir bener juga. Kadang kita lebih susah mempersiapkan diri untuk bisa ikhlas. Tetapi kalau sesuatu itu sudah terjadi, kita akan lebih mudah untuk bisa mengikhlaskan sesuatu tersebut.
Namun dari sekian banyak komentar, ada satu sahabat yang mencoba menanggapinya lewat chatting, yang menurut saya paling menarik. Bahkan terjadi perdebatan kecil tentang pembahasan ilmu ikhlas. Pertama dia mengatakan "iya po?". Artinya dia mulai meragukan apakah benar ilmu ikhlas itu susah. Ada dua kemungkinan di sini; 1. Dia orang yang selalu istiqomah, sehingga bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik dalam keadaan apapun. 2. Dia tidak mengerti maksud dari status saya tersebut. Saya menulis status itu dari pengalaman saya sendiri, dan juga terinspirasi dari film "Kiamat Sudah Dekat". Di film ini di ceritakan tentang seorang rocker yang mencintai putri seorang kiai. Dalam usaha mendekati putri kiai, si rocker akhirnya belajar agama lebih dalam bersama teman-temannya dan keluarganya. Bahkan yang tadinya tidak bisa sholat jadi bisa sholat, yang tadinya tidak bisa membaca Al-Qur'an jadi bisa membaca Al-Qur'an. Dan akhirnya si rocker ini memberanikan diri untuk menemui sang kiai dan menyatakan berniat untuk melamar putri sang kiai tersebut. Sang kiai hanya mengatakan, "kamu harus menguasai ilmu ikhlas". Dan di akhir cerita, akhirnya putri kiai tersebut di lamar oleh seorang lulusan universitas di Kairo Mesir. Dan si rocker tersebut sangat sedih mendengarnya. Tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia merasa bahwa putri seorang kiai memang pantas mendapatkan jodoh yang seperti itu (lulusan universitas di Kairo Mesir). Dan dia menyatakan langsung kepada kiai bahwa dia ikhlas melepaskan putri sang kiai untuk dinikahi oleh orang lain yang dia anggap lebih pantas dan lebih baik daripada dirinya. Secara tidak sadar si rocker tersebut telah menguasai ilmu ikhlas itu dengan baik. Dan sang kiai akhirnya memilih si rocker untuk menjadi menantunya. Saya pikir cerita ini sangat memberikan pembelajan kepada kita tentang hakikat ilmu ikhlas. Tidak semua orang bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik ketika di hadapkan pada peristiwa seperti contoh di atas.
Kembali ke sahabat tadi yang meragukan akan susahnya ilmu ikhlas. Kemudian sahabat saya tadi menanyakan, apakah yang di maksud ilmu ikhlas di status saya itu tentang sedekah? Saya jawab; bukan, sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas. Mendengar jawaban saya itu sahabat saya itu protes, dia mengatakan, ada tiga amalan yang tidak terputus, yaitu: doa anak yang sholeh, amal jariah (sedekah), dan ilmu yang bermanfaat. Dan jawaban saya tadi seolah-olah sangat meremehkan arti dari sedekah. Maksud dari jawaban saya tadi _"sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas"_ itu artinya bahwa banyak orang yang mudah merasa ikhlas untuk melakukan amalan ini, _terlepas dari seberapa banyak dan seberapa sering orang tersebut melakukan sedekah_. Ya meskipun saya yakin ada beberapa orang yang masih berat melakukan sedekah karena penyakit kikir yang sudah kronis, atau melakukan sedekah tetapi mengharapkan sesuatu. Saya mengatakan sedekah baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas karena saya melihat sedekah ini dari sudut pandang keikhlasan ketika melakukan amalan tersebut. Bukan meremehkan dari sudut pandang agama.
Yang saya maksud ilmu ikhlas pada status saya di facebook tersebut itu adalah seperti cerita di film kiamat sudah dekat yang saya ceritakan di atas, bukan sedekah. Dan saya tidak pernah meremehkan sedekah itu dari sudut pandang agama. Sedekah itu penting, karena sedekah termasuk amalan yang tidak terputus.

Friday, June 19, 2009

Cinta...???

Allah swt. menciptakan manusia itu berpasang-pasangan, dan untuk saling mencintai. Orang bilang cinta itu fitrah. Perasaan cinta itu anugerah yang di berikan Allah swt. kepada manusia. Namun seseorang pernah secara tidak langsung memberikan nasihat kalau rasa cinta ini juga bisa menjadi petaka bagi manusia, yaitu ketika rasa cinta terhadadap lawan jenis atau sesuatu hal, lebih besar dari pada cinta terhadap Allah swt. Lama aku berusaha memahami kalimat itu. Beberapa hari aku masih berfikir kalau cinta terhadap lawan jenis atau sesuatu hal itu berbeda dengan cinta terhadap Allah swt. Ternyata tidak, kita tidak bisa pungkiri, kalau sesuatu yang paling sering muncul dan mengganggu pikiran kita bisa jadi itulah sesuatu yang paling kita cintai. Kita sebagai manusia seharusnya lebih sering mengingat Allah swt. daripada mengingat yang lain. Itu artinya, kita harus mencintai Allah swt. dan menempatkan rasa cinta itu pada prioritas yang paling utama dalam pikiran kita. Kalau ada sesuatu hal (selain Allah) yang sering menggangu pikiran kita, hati-hati, mungkin ada sesuatu yang lebih kita cintai selain Allah swt. Naudzubillah. Jangan sampai itu terjadi pada kita. Dan satu keuntungan yang tidak bisa di tawar lagi kalau kita mencintai Allah swt. lebih dari apapun, yaitu rasa tenang, tentram dalam hati, tidak ada kekhawatiran sedikitpun tentang segala hal. Karena dengan mencintai Allah swt., maka do'a kita akan di kabulkan olehNya, urusan kita dipermudah, langkah kita terjaga pada jalan yang benar, dan kita akan mendapatkan surganya Allah swt. Dan kupikir itu adalah nikmat yang sangat besar yang di berikan oleh Allah swt. kepada manusia yang mencintai Allah swt. lebih dari apapun.
Ya Allah, di dalam sujud malamku aku mulai menyadari kesalahanku, ampunilah hamba. Aku hanya ingin mencintai seseorang atas dasar cinta terhadapMu ya Allah, aku hanya ingin mencintai sesuatu atas dasar cinta terhadapMu ya Allah. Berilah hamba petunjukMu, dekatkanlah hamba pada golongan orang-orang yang selalu bersyukur kepadaMu ya Allah, golongan yang saling mengajak pada kebaikan dan saling mengingatkan pada kemungkaran.
Amiin...

real flow trailer

 

iyez.arch. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com