Thursday, February 11, 2010

VALENTINE...???

Kata "Valentine's Day" (yang biasa dirayakan setiap tgl 14 Februari) sebenarnya diambil dari seorang tokoh agama katolik (St. Valentine) yang sudah dianggap "salaf" (kalau dalam Islam) pada zaman Romawi.

Cerita ini berawal dari raja Claudius II (268 - 270 M), mempunyai peraturan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.

Sedangkan Valentine adalah tokoh yang paling gigih menentang peraturan itu. Singkat cerita, Valentine dihukum dan meninggal karena membela hak-hak manusia (pemuda-pemudi terutama) untuk saling mencintai.
Dan untuk mengenang keberaniannya dalam membela cinta tersebut, maka para pengikutnya (nasrani) memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Namun manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine sebagai pesta jamuan kasih sayang, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah), memberikan coklat untuk pasangannya sebagai ungkapan kasih sayang (apa hubungannya coba coklat sama kasih sayang??) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya. Bahkan lebih parah lagi hari Valentine dikenal sebagai hari kasih sayang yang sebenarnya (menurut saya) lebih dekat dengan hari kemaksiatan..!!

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam? Maka berpikir dah sadarlah sodaraku...


“ Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Sunday, October 25, 2009

Kisah Seorang Pengembara

Alkisah, ada seorang pengembara sedang berjalan menuju kota yang akan dia singgahi.

Pada suatu hari, dia melewati sebuah perkampungan. Salah satu penduduk kampung bertanya kepada pengembara:
"Mau kemanakah wahai saudaraku?"
Pengembara:
"Saya akan menuju kota. Dapatkah anda memberitahuku ke arah mana saya harus berjalan?"
Penduduk kampung:
"Anda jalan terus saja ke depan, nanti anda akan menemukan pertigaan. Dipertigaan itu anda akan bertemu dengan 2 orang saudara kembar. Satu diantara mereka adalah orang yang jujur, dan yang satunya lagi adalah pembohong. Dan saya tidak bisa membedakan mana yang jujur dan mana yang tidak. Silahkan anda bertanya kepada salah satu dari mereka mana jalan yang menuju kota. Dan kedua saudara kembar itu hanya mau menjawab satu kali pertanyaan saja."

Bagaimana cara pengembara untuk bisa sampai ke kota yang dia tuju?

Pertanyaan apa yang harus dia tanyakan kepada salah satu saudara kembar tadi agar dia bisa sampai pada kota yang dia tuju, padahal dia tidak tahu mana yang jujur dan mana yang tidak jujur, dan dia hanya mempunyai satu kali kesempatan bertanya?

Saturday, September 5, 2009

Na'udzubillah..

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."


Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Thursday, August 27, 2009

PEREMPUAN SEJATI

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari apa yang sering lisannya bicarakan.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertaruhkan kehormatannya.

Perempuan Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.

Perempuan Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Saturday, July 11, 2009

Mari Belajar Ilmu Ikhlas

Waaa... udah lama gak posting blog...!. Minggu-minggu ini pikiranku buntu, gak punya ide, jadi bingung mau nulis apa di blog. Kegiatan setiap hari cuma baca buku dan belajar software lewat tutorial. Sekarang saya lagi baca buku Three Cups of Tea, kisah nyata tentang seorang pendaki gunung yang berusaha menaklukan gunung tertinggi ke dua didunia di pegunungan Himalaya. Di tengah usaha pendakiannya, dia tersesat dan hampir meninggal karena cuaca yang sangat ekstrim di daerah pegunungan itu. Sampai akhirnya dia di selamatkan oleh sekelompok orang di sebuah desa terpencil, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta. Di desa itu dia melihat semangat belajar yang luar biasa pada anak-anak yang tinggal di desa tersebut. Meskipun mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin di luar. Melihat keadaan itu dia berkata "Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini. Aku berjanji." Tapi posting saya kali ini tidak akan membahas tentang isi buku tersebut, karena saya sendiri belum selesai membacanya.
Kali ini saya akan membahas sedikit tentang ilmu ikhlas. Beberapa hari yang lalu saya menuliskan status di facebook "ternyata belajar ilmu ikhlas itu susah ya...". Ternyata banyak tanggapan yang menurut saya menarik, dan saya putuskan untuk menulisnya di blog. Ada yang menanggapinya dengan guyonan ("lebih susah lg belajar ilmu santet...wkwkwk"), ada yang setuju sama statusku itu, ada juga yang malah memberikan semangat, bahkan ada yang menuliskan hadist yang membahas tentang rasa ikhlas. Dan ada juga yang mengatakan "ikhlas dengan merelakan semua yang terjadi tanpa ada komentar dan... ikhlas sulit di artikan". Kalau menurutku komentar yang terakhir itu sebenarnya sudah menjawab arti ikhlas itu sendiri. Merelakan semua yang terjadi / merelakan sesuatu yang kita cintai tanpa ada komentar. Ikhlas adalah permainan hati, jadi agak susah untuk di deskripsikan secara jelas. Dan seorang sahabat dekat saya juga berkomentar lewat chatting, kalau ikhlas itu kadang harus dipaksain dulu. Saya pikir bener juga. Kadang kita lebih susah mempersiapkan diri untuk bisa ikhlas. Tetapi kalau sesuatu itu sudah terjadi, kita akan lebih mudah untuk bisa mengikhlaskan sesuatu tersebut.
Namun dari sekian banyak komentar, ada satu sahabat yang mencoba menanggapinya lewat chatting, yang menurut saya paling menarik. Bahkan terjadi perdebatan kecil tentang pembahasan ilmu ikhlas. Pertama dia mengatakan "iya po?". Artinya dia mulai meragukan apakah benar ilmu ikhlas itu susah. Ada dua kemungkinan di sini; 1. Dia orang yang selalu istiqomah, sehingga bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik dalam keadaan apapun. 2. Dia tidak mengerti maksud dari status saya tersebut. Saya menulis status itu dari pengalaman saya sendiri, dan juga terinspirasi dari film "Kiamat Sudah Dekat". Di film ini di ceritakan tentang seorang rocker yang mencintai putri seorang kiai. Dalam usaha mendekati putri kiai, si rocker akhirnya belajar agama lebih dalam bersama teman-temannya dan keluarganya. Bahkan yang tadinya tidak bisa sholat jadi bisa sholat, yang tadinya tidak bisa membaca Al-Qur'an jadi bisa membaca Al-Qur'an. Dan akhirnya si rocker ini memberanikan diri untuk menemui sang kiai dan menyatakan berniat untuk melamar putri sang kiai tersebut. Sang kiai hanya mengatakan, "kamu harus menguasai ilmu ikhlas". Dan di akhir cerita, akhirnya putri kiai tersebut di lamar oleh seorang lulusan universitas di Kairo Mesir. Dan si rocker tersebut sangat sedih mendengarnya. Tapi di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia merasa bahwa putri seorang kiai memang pantas mendapatkan jodoh yang seperti itu (lulusan universitas di Kairo Mesir). Dan dia menyatakan langsung kepada kiai bahwa dia ikhlas melepaskan putri sang kiai untuk dinikahi oleh orang lain yang dia anggap lebih pantas dan lebih baik daripada dirinya. Secara tidak sadar si rocker tersebut telah menguasai ilmu ikhlas itu dengan baik. Dan sang kiai akhirnya memilih si rocker untuk menjadi menantunya. Saya pikir cerita ini sangat memberikan pembelajan kepada kita tentang hakikat ilmu ikhlas. Tidak semua orang bisa menguasai ilmu ikhlas dengan baik ketika di hadapkan pada peristiwa seperti contoh di atas.
Kembali ke sahabat tadi yang meragukan akan susahnya ilmu ikhlas. Kemudian sahabat saya tadi menanyakan, apakah yang di maksud ilmu ikhlas di status saya itu tentang sedekah? Saya jawab; bukan, sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas. Mendengar jawaban saya itu sahabat saya itu protes, dia mengatakan, ada tiga amalan yang tidak terputus, yaitu: doa anak yang sholeh, amal jariah (sedekah), dan ilmu yang bermanfaat. Dan jawaban saya tadi seolah-olah sangat meremehkan arti dari sedekah. Maksud dari jawaban saya tadi _"sedekah menurut saya baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas"_ itu artinya bahwa banyak orang yang mudah merasa ikhlas untuk melakukan amalan ini, _terlepas dari seberapa banyak dan seberapa sering orang tersebut melakukan sedekah_. Ya meskipun saya yakin ada beberapa orang yang masih berat melakukan sedekah karena penyakit kikir yang sudah kronis, atau melakukan sedekah tetapi mengharapkan sesuatu. Saya mengatakan sedekah baru sebagian kecil dari ilmu ikhlas karena saya melihat sedekah ini dari sudut pandang keikhlasan ketika melakukan amalan tersebut. Bukan meremehkan dari sudut pandang agama.
Yang saya maksud ilmu ikhlas pada status saya di facebook tersebut itu adalah seperti cerita di film kiamat sudah dekat yang saya ceritakan di atas, bukan sedekah. Dan saya tidak pernah meremehkan sedekah itu dari sudut pandang agama. Sedekah itu penting, karena sedekah termasuk amalan yang tidak terputus.

Friday, June 19, 2009

Cinta...???

Allah swt. menciptakan manusia itu berpasang-pasangan, dan untuk saling mencintai. Orang bilang cinta itu fitrah. Perasaan cinta itu anugerah yang di berikan Allah swt. kepada manusia. Namun seseorang pernah secara tidak langsung memberikan nasihat kalau rasa cinta ini juga bisa menjadi petaka bagi manusia, yaitu ketika rasa cinta terhadadap lawan jenis atau sesuatu hal, lebih besar dari pada cinta terhadap Allah swt. Lama aku berusaha memahami kalimat itu. Beberapa hari aku masih berfikir kalau cinta terhadap lawan jenis atau sesuatu hal itu berbeda dengan cinta terhadap Allah swt. Ternyata tidak, kita tidak bisa pungkiri, kalau sesuatu yang paling sering muncul dan mengganggu pikiran kita bisa jadi itulah sesuatu yang paling kita cintai. Kita sebagai manusia seharusnya lebih sering mengingat Allah swt. daripada mengingat yang lain. Itu artinya, kita harus mencintai Allah swt. dan menempatkan rasa cinta itu pada prioritas yang paling utama dalam pikiran kita. Kalau ada sesuatu hal (selain Allah) yang sering menggangu pikiran kita, hati-hati, mungkin ada sesuatu yang lebih kita cintai selain Allah swt. Naudzubillah. Jangan sampai itu terjadi pada kita. Dan satu keuntungan yang tidak bisa di tawar lagi kalau kita mencintai Allah swt. lebih dari apapun, yaitu rasa tenang, tentram dalam hati, tidak ada kekhawatiran sedikitpun tentang segala hal. Karena dengan mencintai Allah swt., maka do'a kita akan di kabulkan olehNya, urusan kita dipermudah, langkah kita terjaga pada jalan yang benar, dan kita akan mendapatkan surganya Allah swt. Dan kupikir itu adalah nikmat yang sangat besar yang di berikan oleh Allah swt. kepada manusia yang mencintai Allah swt. lebih dari apapun.
Ya Allah, di dalam sujud malamku aku mulai menyadari kesalahanku, ampunilah hamba. Aku hanya ingin mencintai seseorang atas dasar cinta terhadapMu ya Allah, aku hanya ingin mencintai sesuatu atas dasar cinta terhadapMu ya Allah. Berilah hamba petunjukMu, dekatkanlah hamba pada golongan orang-orang yang selalu bersyukur kepadaMu ya Allah, golongan yang saling mengajak pada kebaikan dan saling mengingatkan pada kemungkaran.
Amiin...

Friday, May 29, 2009

"kenapa sih umat islam marah jika karikatur nabi muhammad dibuat?"

Hari ini, jum'at 29 mei 2009, jam 23.40. Saya sudah bersiap-siap untuk tidur. Tapi Saya iseng-iseng membuka forum kick andy (saya pembaca setia forum kick andy), kemudian saya menemukan satu topik yang saya anggap cukup menarik, dan mungkin agak kontrofersial. Judul topik di dalam forum itu adalah "numpang tanya ya?", dan si pembuat topik ini menulis :
"kenapa sih umat islam marah jika karikatur nabi muhammad dibuat? kalau kami sih umat kristen santai-santai aja ya kalau karikatur yesus di buat. lihat tu sodara kita yang beragama budha, mereka nggak pernah komplain kan masalah budha yang banyak sekali bibuat karikaturnya. salut deh sama mereka?"
Semua umat Islam akan marah kalau Rosulullah Muhammad saw. di buat karikatur. Mengapa? Karena mereka tidak akan terima jika sosok yang sangat mereka hormati di hina oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan bahwasanya, dalam agama Islam wajah Rosulullah Muhammad saw. tidak boleh digambarkan. Ini merupakan suatu bentuk akhlak yang dimiliki umat Islam terhadap sosok manusia yang sangat mereka hormati, yang mungkin akhlak ini tidak dimiliki oleh umat lain selain umat Islam. Umat lain sangat mudah menggambarkan orang yang mereka hormati (seperti nabi Isa as.), atau bahkan menggambarkan tuhan yang mereka sembah dalam bentuk gambar, atau bahkan patung. Padahal mungkin mereka tidak tahu persis bahwa sosok yang mereka gambarkan itu sesuai dengan sosok aslinya atau tidak. Kalau kita menonton kisah-kisah para nabi, maka nabi Muhammad saw. selalu digambarkan dengan cahaya yang sangat terang dan menyinari alam sekitarnya.
Bayangkan saja jika anda memiliki seseorang yang sangat anda cintai, sangat anda hormati, kemudian ada orang yang menghinanya, apa yang anda rasakan. Sesabar apapun anda, pasti anda akan memiliki rasa tidak terima terhadap penghinaan tersebut. Dan semua pihak yang berusaha membuat karikatur nabi Muhammad saw., mereka hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk menghina nabi kami umat Islam Rosulullah Muhammad saw.

real flow trailer

 

iyez.arch. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com